Minyak Subsidi di KBB Tak Sesuai HET, Pemerintah Dinilai Kurang Awasi Distribusi

Minyak subsidi pemerintah atau MinyaKita dijual di atas HET. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Minyak subsidi pemerintah atau MinyaKita dijual di atas HET. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Minyak goreng bersubsidi MinyakKita di Kabupaten Bandung Barat dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Ramadhan.

Di Pasar Tagog Padalarang, harga MinyakKita mencapai Rp18.200 hingga Rp18.400 per liter, atau selisih sekitar Rp2.500 hingga Rp2.700 dari HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Pedagang di Pasar Tagog, Irfan Maulana (45), mengatakan kenaikan harga sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Menurutnya, harga dari distributor memang sudah lebih tinggi sebelum sampai ke pedagang.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

“Sudah hampir sepekan naik. Dari distributor memang sudah mahal, jadi kami menyesuaikan. Sekarang rata-rata di atas Rp18 ribu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (11/2/2026).

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng bersubsidi. Sejumlah bahan pokok lain juga mengalami lonjakan menjelang Ramadhan, di antaranya daging sapi, telur, beras, cabai, dan bawang merah.

Pedagang daging sapi, Bunbun (54), menyebut harga daging kini mencapai Rp140 ribu per kilogram, naik sekitar Rp10 ribu dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang Rp140 ribu per kilo. Biasanya mendekati puasa bisa naik lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga sapi potong di tingkat pemasok, bukan karena peningkatan permintaan pasar.

Sementara itu, pedagang sayur Adi Jamiludin mengatakan harga bawang merah dan cabai naik sekitar 8 hingga 10 persen dalam satu bulan terakhir. Ia menyebut faktor cuaca sebagai penyebab utama.

“Curah hujan tinggi membuat kualitas panen menurun, bahkan ada yang gagal panen. Pasokan berkurang, harga ikut naik,” ujarnya.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Di sisi konsumen, kenaikan harga mulai dirasakan memberatkan. Dede (57), warga Padalarang, mengaku harus mengurangi jumlah belanja karena harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.

“Daging sudah Rp140 ribu per kilo. Kalau beli setengah saja Rp70 ribu. Sekarang belanja harus benar-benar diatur,” katanya.

Menanggapi lonjakan harga MinyakKita yang melampaui HET, Kepala Dinas Perdagangan KBB, Tony Prihantoro, menyatakan pengendalian harga dan distribusi menjadi kewenangan Bulog. Meski demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan ke pasar.

“Secara teknis itu kewenangan Bulog. Namun kami tetap turun untuk memantau harga dan memastikan ketersediaan stok di lapangan,” ujarnya. (Wit)

0 Komentar