JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, pekerjaan penggalian kabel untuk penurunan kabel udara ke bawah tanah masih menyisakan persoalan kerapian dan keamanan.
Meski demikian, dia menegaskan penggalian tetap diperlukan dalam proses penataan infrastruktur kota.
“Galian tadi saya sudah instruksikan juga, bahwa galian tetap diperlukan karena menurunkan kabel udara itu tetap harus gali tanah,” tegas Farhan, belum lama ini.
Baca Juga:Rayakan Imlek 2026 di Bandung, Ini Promo Dinner di Hotel Kota BandungPenjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan Pesanan
“Cuma memang saya harus akui bahwa pengerjaan galiannya masih tidak rapih, meninggalkan pekerjaan yang mengganggu mata bahkan bisa menimbulkan risiko kecelakaan,” imbuhnya.
Farhan menyebut, penurunan kabel udara ke bawah tanah menjadi bagian dari upaya memperindah wajah kota serta meningkatkan keselamatan dan ketertiban jaringan utilitas. Namun, menurut dia, kualitas pengerjaan di lapangan harus menjadi perhatian.
Dia memastikan Pemerintah Kota Bandung akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan penggalian kabel. “Maka dipastikan, kita akan pastikan bahwa pekerjaan galiannya itu rapih dan aman,” ujarnya.
Farhan mengatakan dirinya memahami bahwa proses penurunan kabel ke bawah tanah memang tidak terlepas dari aktivitas penggalian. Dirinya meminta agar pengerjaan dilakukan secara profesional.
“Saya mengerti bahwa kita semua ini kabel udara turun ke bawah dan turun ke bawah kita harus menggali. Tetapi tunjukkanlah bahwa penanganan galian tersebut ditangani dengan profesional, tidak asal-asalan,” katanya.
Selain menyoroti galian kabel, Farhan juga meminta perhatian terhadap kondisi infrastruktur lainnya. Dia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menindaklanjuti laporan terkait jalan berlubang, trotoar rusak, dan drainase bermasalah.
Menurut Farhan, penataan kota berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan warga. Karena itu, dia meminta seluruh perangkat daerah bekerja cepat dan bertanggung jawab terhadap laporan masyarakat.
Baca Juga:Di Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua DekadeKurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak Nyaman
“Kepada DSDABM, perbaikan jalan berlubang, trotoar rusak serta drainase harus betul-betul diperhatikan. Laporan yang saya terima dari daerah Cibaduyut,” pungkasnya.
