JABAR EKSPRES – Serikat pekerja Bandung Zoo menyatakan kekhawatiran atas ketidakjelasan status karyawan dan penanganan satwa selama masa transisi pengelolaan kebun binatang.
Ketua Serikat Pekerja Mandiri Daerah (SPMD) Bandung Zoo, Yaya, mengatakan karyawan tetap bekerja merawat satwa meski belum ada kepastian.
“Untuk kondisi karyawan untuk saat ini ya kita masih menjaga merawat satwa. Walaupun kejelasannya kita belum menjelaskan statusnya seperti apa,” kata Yaya saat ditemui Jabar Ekspres, baru-baru ini.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Menurut dia, karyawan bertahan karena kedekatan emosional dengan satwa. “Ya mungkin sebatas. Karena sekarang itu karena hati lah. Karena sudah kedekatan dengan satwa,” ujarnya.
Dia menegaskan belum ada kejelasan aturan. “Kalau melihat dasar-dasar untuk yang terkait aturannya atau segala macam, itu kan sekarang kita belum jelas,” katanya.
Yaya menyebut penutupan mendadak menimbulkan kekhawatiran serius. Kekhawatiran tersebut diperparah oleh kebutuhan menjelang Ramadan.
“Dengan keadaan seperti ini kita tidak tahu apakah kita akan mendapatkan seperti itu,” katanya.
Dia menyebut komunikasi dengan Pemkot Bandung belum berjalan. Menurut Yaya, masa transisi tiga bulan berpotensi memicu masalah operasional.
“Sebenarnya hari ini dari kemarin itu akan ada komunikasi dengan pemerintah kota melalui BKAD. Tapi sampai saat ini mereka tidak ada,” ujarnya.
“Jangankan tiga bulan. Mungkin dalam beberapa hari pun kalau tidak ada kejelasan kita harus menyampaikan aspirasi,” imbuhnya.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
Dia menambahkan, operasional membutuhkan biaya. Dirinya juga menyoroti dampak penutupan terhadap satwa. Menurut dia, ketiadaan pengunjung mengubah pola aktivitas satwa.
Namun Yaya mengatakan pakan satwa masih tersedia. Namun ia mempertanyakan mekanisme penanganan kondisi darurat.
Yaya menegaskan tuntutan serikat pekerja adalah kepastian kerja dan pemenuhan hak. “Ya kalau harapan, kita kembali bekerja secara normal dengan secara upah yang normal. Dan segala hak karyawan itu tidak hilang,” pungkasnya.
