JABAR EKSPRES – Manajemen lama Bandung Zoological Garden menolak rencana Pemerintah Kota Bandung membayar gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kota (UMK) selama masa transisi pengelolaan kebun binatang.
Mereka menilai, skema tersebut tidak mempertimbangkan tingkat keahlian dan tanggung jawab pekerja yang merawat ratusan satwa.
Humas Manajemen Lama Bandung Zoo, Sulhan Syafii, mengatakan sistem pengupahan di kebun binatang tidak bisa disamakan dengan UMK.
Baca Juga:Selama Masa Transisi, Gaji Karyawan Bandung Zoo Dijamin PemkotIzin Dicabut, Negara Tangani Perawatan Satwa Bandung Zoo
“Pembayaran di sini jauh lebih tinggi ketimbang UMK. Kita tuh ada, dengan grade ini, dengan skill ini tuh dibayarnya berapa? Jadi itu tuh, indikator itu harus keluar,” kata Sulhan baru-baru ini.
Menurut dia, kebijakan pembayaran UMK mengabaikan aspek pekerjaan di kebun binatang. “Kan pemerintah tuh pengen simple-nya aja, udah lah bayar UMK. Itu kan tidak melihat aspek-aspek yang lain. Makanya, jangan maksa kalau aturannya nggak ada,” ujarnya.
Sulhan menyebut seluruh lini pekerjaan di Bandung Zoo terdampak penutupan operasional. Dia merinci, tanggung jawab itu mencakup dokter hewan, perawat satwa, tim nutrisi, hingga pemeliharaan fasilitas.
“Semua bagian, kang. Karena kita bertanggung jawab ada 711 satwa,” katanya.
Dia menegaskan, pekerjaan perawatan fasilitas tidak bisa disamakan dengan tukang pada umumnya. “Maintenance-nya bukan sekedar tukang, kan. Tukang banyak di luar. Yes, tukang kita beda,” sambung Sulhan.
Menurut dia, pekerja telah melalui tes, penilaian, dan pelatihan khusus Sulhan memastikan pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait nasib karyawan.
“Oh iya, nanti pihak kita yang akan maju, kita akan menuntut pesangon seluruh karyawan,” katanya.
Baca Juga:Bandung Zoo Masuk Masa Transisi, Pengelola Baru Disiapkan Lewat Seleksi TerbukaGeopix Sorot Langkah Pemkot Tangani Bandung Zoo, Desak Transparansi Masa Transisi
Dia meminta Pemkot Bandung bertanggung jawab penuh. “Jadi Pemkot jangan sembunyi tangan, jangan lempar batu sembunyi tangan. Jadi bikin masalah, terus si pura-pura nggak tau,” ujarnya.
Dia juga menyoroti dampak penutupan terhadap warga. Warga Bandung, kata Aan, kehilangan tempat rekreasinya. Dirinya berani bilang, Pemkot Bandung merampas kebahagiaan warga Bandung untuk berekreasi.
Manajemen lama dan karyawan memberi tenggat satu pekan kepada Pemkot Bandung. “Kita mah kalau nggak benar aja nih Pemkot, kita akan demo. Kalau nggak benar aja dalam seminggu ini. Kita tunggu sampai hari Rabu depan,” ujarnya.
