Ia mengungkapkan, penggabungan domisili dan zonasi direncanakan untuk meminimalkan wilayah blank spot yang selama ini tidak terakomodasi dalam jalur penerimaan.
“Karena, kata Juli, dari hasil-hasil kemarin masih ada blank spot yang daerah-daerah yang memang dengan domisili itu tidak kena oleh jalur gitu. Jadi banyak sekolah apa, masyarakat yang tidak bisa masuk ke jalur itu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Juli, Disdik Cimahi tengah menyiapkan skema baru yang lebih fleksibel.
Baca Juga:Lewat Laboratorium Inovasi Daerah, Pemkot Cimahi Gandeng Unjani untuk Perkuat Kebijakan PublikPemkot Cimahi Kejar Zero Sampah ke Sarimukti, TPST dan RDF Jadi Andalan
“Makanya nanti mungkin blended ya. Kita rencana bulan depanlah kita akan fokus khusus untuk SPMB,” katanya.
Terkait sosialisasi, Juli memastikan seluruh proses pendaftaran tetap dilakukan secara daring seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ya insyaallah ketat, api memang seperti tahun-tahun yang lalu kita akan ya istilah mah tidak akan merubah dari sistem di SPMB-nya, dari sistem online nya gitu,” bebernya.
Ia menegaskan, seluruh jalur pendaftaran akan terintegrasi secara online tanpa pengecualian.
“Jadi jalur semua akan melalui online. Tidak dengan ada istilah hal-hal lainlah gitu. Kan dulu PPDB, sekarang SPMB gitu ya. Dulu mah PPDB dulu mah sekarang SPMB gitu, istilahnya saja,” jelas Juli menutup. (Monk)
