Simpang Susun Cileunyi Kian Semrawut, Angkot Ngetem Liar karena Tak Ada Terminal

Anggota Satlantas Polresta Bandung ketika melakukan edukasi terhadap sopir angkot supaya tidak sembarangan
Anggota Satlantas Polresta Bandung ketika melakukan edukasi terhadap sopir angkot supaya tidak sembarangan berhenti untuk mengetem guna cegah timbulnya kemacetan di Simpang Susun Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kawasan Simpang Susun Cileunyi, tepatnya di bawah jembatan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, semakin memprihatinkan.

Selain banyak angkutan kota (angkot) yang mengetem di badan jalan, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar turut membuat kawasan tersebut tampak kumuh dan semrawut.

Ketua BPD Cileunyi Wetan, Relly Ridwan, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Menurutnya, persoalan ini sudah lama terjadi namun belum ada penanganan yang benar-benar tuntas.

“Ya, bigitulah kondisinya. Padahal sudah disidak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Sekda Jabar, Herman Suyatman. Berharap saja segera bisa ditangani,” katanya, Senin (9/2).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bersama Sekda Jabar Herman Suyatman memang sempat melakukan inspeksi mendadak ke kawasan Simpang Susun Cileunyi, termasuk kolong jembatan Tol Cisumdawu yang dipenuhi sampah.

Bahkan, KDM sempat melantik sejumlah ASN Pemprov Jabar di lokasi tersebut. Aksi itu dinilai sebagai bentuk sindiran keras terhadap kondisi kolong jembatan yang terkesan dibiarkan kumuh.

Pasca-sidak, Sekda Jabar ditugaskan langsung oleh KDM untuk menata kawasan Simpang Susun Cileunyi. Saat itu, sempat muncul wacana pembangunan taman, lapangan futsal, hingga mushola di kolong jembatan Tol Cisumdawu.

Namun hingga kini, rencana tersebut belum menunjukkan perkembangan lanjutan.

Salah satu persoalan utama di kawasan ini adalah angkot yang kerap mengetem di ruas jalan. Hal tersebut dipicu tidak adanya terminal sebagai tempat resmi angkot menaikkan dan menurunkan penumpang.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Bandung, AKP Sugih, mengatakan pihaknya rutin melakukan edukasi dan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

“Karena tidak ada terminal, tapi kita atur lalin di jam-jam sibuk khususnya supaya tidak timbul kemacetan,” tuturnya kepada Jabar Ekspres.

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi kepada sopir angkot di kawasan bawah Tol Cisumdawu kerap dilakukan agar mereka tidak terlalu lama berhenti di badan jalan.

0 Komentar