JABAR EKSPRES – Aroma gula dan ketan terasa pekat di sebuah bangunan tua di Jalan Pajagalan No. 36, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Dari tempat itulah Dodol Tekkie TQ bertahan lintas zaman, memproduksi kue keranjang sejak dekade 1940-an, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Hampir delapan dekade kemudian, aktivitas di pabrik kecil itu tetap berjalan dengan ritme yang sama, pelan, telaten, dan bergantung pada tangan-tangan terampil para pekerja. Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, denyut produksi di pabrik dodol keranjang ini kembali meningkat.
Pantauan Jabar Ekspres di lokasi, Senin (9/2/2026), sejumlah pekerja tampak menyelesaikan proses memasak, mencetak, hingga membungkus dodol keranjang yang masih hangat. Panci-panci besar berisi adonan ketan terus diaduk agar tidak gosong, sementara cetakan kayu disusun rapi di meja produksi.
Baca Juga:Menengok Persiapan Vihara Dharma Ramsi Sambut Imlek 2026Permintaan Lampion Imlek Meningkat, Produksi L&D Art Lamp Capai Ratusan Unit
Pengelola Dodol Tekkie TQ saat ini, Vincent Ruslianto, merupakan generasi keempat yang meneruskan usaha keluarga dari buyutnya. Ia mengatakan permintaan kue keranjang tahun ini menunjukkan kenaikan dibanding periode yang sama tahun lalu.“(Tapi) hampir sama seperti tahun sebelumnya,” ungkap Vincent saat menjelaskan perbandingan permintaan dagang tahun ini.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, kapasitas produksi ditingkatkan. Jelang Tahun Baru Imlek 2026, produksi dodol keranjang di Pabrik Dodol Tekkie mencapai sekitar 1.000 potong per hari. Dalam kondisi tertentu, jumlah itu bisa bertambah seiring meningkatnya pesanan.
“Tiap harinya bisa sampai 1 ton, dari 1.000 pcs sampai 2.000 pcs. Masih dikirim ke daerah Jawa, ada beberapa juga yang dikirim ke luar. Penambahan karyawan biasanya ada kalau mendekati imlek,” ujarnya.
Angka produksi tersebut menjadi capaian maksimal dengan tetap mempertahankan cara pembuatan yang relatif sama sejak puluhan tahun lalu. Meski ragam varian bertambah, proses produksi kue keranjang di Dodol Tekkie TQ nyaris tak berubah. Adonan ketan dimasak berjam-jam hingga mengental, lalu didiamkan sampai teksturnya padat dan legit.
Kesabaran menjadi kunci utama, baik bagi pekerja maupun bagi usaha yang telah melewati beberapa generasi ini. Di tengah gempuran produk modern dan perubahan selera pasar, Dodol Tekkie TQ bertahan dengan mengandalkan konsistensi rasa dan cerita panjang di baliknya.
