Haadiya Syari Hadirkan Makna Baru Modest Fashion Indonesia Jelang Ramadan 1447 H

Haadiya Syari Hadirkan Makna Baru Modest Fashion Indonesia Jelang Ramadan 1447 H
Haadiya Syari Hadirkan Makna Baru Modest Fashion Indonesia Jelang Ramadan 1447 H
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Industri modest fashion Tanah Air terus menunjukkan geliat positif, tak sekadar soal tren, tetapi juga nilai dan makna. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, hadir Haadiya Syari, brand modest fashion baru yang membawa pendekatan berbeda—lebih reflektif, berakar pada iman, dan berkomitmen pada keberlanjutan. Peluncuran Haadiya Syari berlangsung khidmat di Dailah Restoran, Bandung, Sabtu (7/2/2026).

Tak seperti peluncuran brand fashion pada umumnya, acara ini diawali dengan kajian oleh Ustadz Sidqi Kamal Zimah bertema “How to be Inspired by Faith, Rooted in Values”, tema yang selaras dengan tagline Haadiya Syari, Inspired by Faith, Rooted in Values. Tema tersebut diangkat untuk menegaskan bahwa busana bukan sekadar penampilan luar, melainkan bagian dari penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla, yang berakar pada iman serta nilai-nilai Islam.

Usai kajian, para tamu diberi kesempatan berdialog langsung dengan Founder Haadiya Syari, Alia Karenina. Keunikan peluncuran ini juga tampak dari konsep dekorasi yang minimalis dan penuh kesadaran lingkungan. Seluruh dekorasi hanya menggunakan kain tanpa bunga segar atau ornamen sekali pakai.

Baca Juga:Deadline Day! Bakal Ada Kejutan dari Pemain Naturalisasi yang Hijrah ke Super League, Gabung Persib Bandung?Bukan ke Persib Bandung, Cyrus Margono Ternyata Lebih Memilih Gabung Tim Persija Jakarta

“Saya ingin semua acara yang dibuat oleh Haadiya sebisa mungkin lebih mindful dan tidak menimbulkan limbah atau kerusakan pada lingkungan. Saya menggunakan kain-kain sebagai dekorasi, agar nantinya kain-kain ini bisa dipergunakan kembali sebagai tas atau sarung bantal,” ungkap Alia.

“Saya tidak mau menggunakan bunga segar yang dipotong sebagai dekorasi, karena saya percaya sesuatu yang hidup harus dibiarkan hidup. Ini tidak sesuai dengan nilai filosofis brand Haadiya,” tambahnya.

Lahir dari Refleksi dan Kehilangan

Haadiya Syari bukan lahir dari gemerlap industri fashion, melainkan dari proses perenungan panjang dan pengalaman personal sang pendiri. Alia Karenina menyebut Haadiya sebagai “hadiah”, namun bukan hadiah yang dibungkus pita, melainkan hadiah yang lahir dari kehilangan.

“Haadiya itu hadiah, tapi bukan hadiah yang pakai ribbon. Justru datang dari rasa kehilangan, saat suami saya berpulang karena kanker. Dari situ saya belajar agama dengan lebih baik dan benar,” tutur Alia.

0 Komentar