Untuk mencegah hal tersebut, makanan yang baru matang tidak langsung diporsikan. Proses pendinginan dilakukan terlebih dahulu di ruang pemorsian yang dilengkapi pendingin udara dan kipas angin.
“Kalau makanan masih panas, tidak akan kami porsi. Harus didinginkan dulu,” ujarnya.
Selain itu, pihak dapur juga menghindari menu yang berisiko cepat basi, seperti makanan dengan kadar air tinggi atau berbahan santan.
Baca Juga:Makin 'Pedas'! Harga Cabai di Pasar Ujung Berung Bandung Jadi Rp90 Ribu per KilogramMasjid Raya Al Jabbar, Ikon Megah Perpaduan Ibadah, Edukasi, dan Wisata Religi di Bandung
Menu MBG sendiri disusun secara bergilir setiap hari oleh ahli gizi yang bekerja sama dengan kepala juru masak bersertifikat. Pengawasan dilakukan secara ketat sejak proses pengolahan hingga pemorsian.
“Ahli gizi mengawasi langsung dari proses masak sampai pemorsian selesai,” pungkas Daffa.(Mong)
