Temuan Komisi V, Pembangunan SMAN 20 Kota Bekasi Molor

Ketua Komisi V saat meninjau proyek SMAN di Bekasi. (Dok Humas)
Ketua Komisi V saat meninjau proyek SMAN di Bekasi. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan SMAN 20 Kota Bekasi molor. Selain itu toilet ruang kelas baru juga tidak dilengkapi exhaust vent.

Kondisi tersebut hasil temuan dari Komisi V DPRD Jabar. Hal itu bermula dari laporan masyarakat di lapangan. Bahwa pembangunan sarana pendidikan itu molor dari target yang ditetapkan.

Komisi V juga telah mempertanyakan ke dinas terkait. Lalu untuk memastikan secara riel, Komisi V mendatangi langsung proyek tersebut, Rabu (4/2).

Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan

Hasilnya memang demikian. Proyek itu baru mencapai sekitar 72 persen. Termasuk dengan beberapa kekurangan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan ventilasi atau exhaust vent di toilet dalam ruang kelas baru. Fasilitas itu tidak ada, sehingga rawan mengganggu proses pembelajaran. “Temuan kami, RKB tidak dilengkapi exhaust vent. Ini rawan mengganggu pembelajaran. karena bau bisa masuk ke ruang kelas,” cetus Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung.

Untung melanjutkan, peninjauan itu sengaja dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab DPRD untuk memastikan adanya kepastian penyelesaian pembangunan. Apalagi dalam waktu dekat akan ada tahun ajaran baru.

“ini ada laporan. Bahwa masih terdapat proyek RKB yang belum tuntas di anggaran 2025. Maka menjadi kewajiban kami untuk memantau,” katanya.

Yomanius menegaskan, peninjauan pembangunan RKB tersebut tidak semata berfokus pada aspek teknis fisik, melainkan lebih berfokus pada kebermanfaatan bangunan bagi peserta didik. Dari sisi daya tampung, sekolah tersebut belum terpenuhi sepenuhnya.

“Harapan kami bangunan ini dapat dimanfaatkan siswa dengan nyaman saat tahun ajaran baru. Saat ini dari rencana 20 ruang kelas baru, yang ada baru 10 ruang. Tentu masih kurang, ” jelasnya.

Yomanius mengatakan, target penyelesaian pembangunan masih menunggu hasil evaluasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Proyeksinya, penyelesaian sisa pekerjaan sekitar 15 hingga 20 hari. Yang tak kalah penting adalah perbaikan sejumlah catatan penting di lapangan. Misalnya fasilitas sanitasi di dalam ruang kelas tadi.

Baca Juga:MTsN Kota Cimahi Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Pasir LanguJumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10

Kepala SMA Negeri 20 Kota Bekasi Sri Suwarsih, menambahkan bahwa keberlanjutan pembangunan gedung sekolah itu sangat dinantikan. Ia berharap pembangunan tahap lanjutan dapat kembali dianggarkan pada 2026.

0 Komentar