Perundingan Nuklir AS–Iran Dipastikan Berlangsung di Oman Jumat Ini

Perundingan Nuklir AS–Iran Dipastikan Berlangsung di Oman Jumat Ini
Perundingan Nuklir AS–Iran Dipastikan Berlangsung di Oman Jumat Ini
0 Komentar

JABAR EKPSRES – Perundingan yang menitikberatkan pada program nuklir Iran dijadwalkan berlangsung di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat mendatang.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada kantor berita Turkiye Anadolu pada Rabu, dengan identitas dirahasiakan.

Dilansir dari laman Antara , bahwa dari pihak Amerika Serikat muncul setelah sebelumnya sempat terjadi ketidakjelasan mengenai kelanjutan dialog, menyusul penolakan yang disampaikan Iran.

Baca Juga:Erdogan Peringatkan Bahaya Campur Tangan Asing di Iran, Dorong Solusi DiplomatikUni Eropa Tegas Soal Greenland, Tolak Ancaman Tarif Amerika Serikat

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu memastikan bahwa perundingan tetap akan digelar di Muscat sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Sebelumnya, media Amerika Serikat Axios melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan kepada Teheran bahwa AS tidak bersedia menerima permintaan perubahan lokasi maupun format perundingan yang telah dijadwalkan pada Jumat.

Dalam laporannya, Axios mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa pihaknya menegaskan hanya ada dua pilihan, yakni melanjutkan perundingan sesuai rencana atau membatalkannya sama sekali. Menurut sumber tersebut, Iran kemudian memilih opsi pembatalan.

Sejumlah media Iran sebelumnya juga melaporkan bahwa Iran dan AS berencana menggelar perundingan tidak langsung di Muscat dengan fokus pada isu-isu nuklir.

Sebelum Muscat ditetapkan sebagai lokasi, Istanbul sempat diusulkan sebagai tempat pertemuan, mengingat peran aktif Turkiye dalam upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.

Axios juga menyebutkan bahwa pejabat AS tersebut menyatakan Washington siap melakukan pertemuan pada pekan ini atau pekan berikutnya apabila Iran bersedia kembali ke format awal perundingan.

Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, mengutip sumber yang menyebut bahwa AS berusaha memasukkan isu di luar pembahasan nuklir, termasuk persoalan pertahanan.

Baca Juga:

Sumber tersebut menegaskan bahwa tuntutan tersebut tidak hanya berada di luar cakupan isu nuklir, tetapi juga menyangkut langsung keamanan nasional serta kemampuan pertahanan Iran, sehingga dianggap tidak dapat dinegosiasikan.

Ia menambahkan bahwa Iran tetap terbuka untuk berunding dalam kerangka yang jelas, saling menghormati, dan terbatas pada isu nuklir. Namun, dorongan untuk memasukkan tuntutan tambahan dan isu di luar kesepakatan dinilai berpotensi memicu kebuntuan.

0 Komentar