Erdogan Peringatkan Bahaya Campur Tangan Asing di Iran, Dorong Solusi Diplomatik

Erdogan Peringatkan Bahaya Campur Tangan Asing di Iran, Dorong Solusi Diplomatik
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam Forum Bisnis Mesir-Turki 2026 di Kairo (SUMBER FOTO: X/trpresidency)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (4/2), menegaskan bahwa keterlibatan pihak luar dalam urusan Iran berpotensi menimbulkan dampak serius bagi stabilitas kawasan. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur diplomasi—termasuk terkait isu nuklir—merupakan opsi paling rasional dan dapat diterima.

Dalam keterangan pers seusai pertemuan di Mesir, Erdogan menyatakan bahwa intervensi eksternal terhadap Iran, yang merupakan negara tetangga Turki, menjadi ancaman nyata bagi kawasan secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa dialog dan diplomasi adalah cara terbaik untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada.

“Kami percaya intervensi eksternal terhadap negara tetangga kami, Iran, adalah ancaman serius bagi seluruh kawasan, dan cara paling masuk akal untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk masalah nuklir, adalah melalui diplomasi,” ujarnya.

Baca Juga:Simulasi KUR BRI Tenor 5 Tahun: Syarat, Bunga 6 Persen, dan Simulasi Angsuran TerbaruTyson Fury Berdamai dengan Kekalahan dari Usyk, Siap Bangkit dan Kembali Bertarung Tahun Ini

Erdogan juga menegaskan kembali sikap konsisten Turki yang mengedepankan pendekatan politik dan perundingan damai dalam menyelesaikan konflik, sembari mengingatkan pentingnya menghindari langkah-langkah yang berisiko memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Sementara itu, media Axios sebelumnya melaporkan rencana utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat, guna membahas program nuklir Iran di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara.

Pada Selasa, Ynet mengabarkan bahwa Witkoff telah tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, jurnalis Axios Barak Ravid, mengutip sumber Arab, menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyetujui permintaan Iran agar lokasi perundingan dipindahkan dari Turki.

Dengan demikian, pembicaraan tersebut diperkirakan akan digelar di Oman pada Jumat mendatang.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar