Hari Ketiga Pencarian Ibu Enok, Basarnas Sisir Aliran dari Jembatan Murci hingga Cilame

Tim Gabungan saat melakukan pencarian Ibu Enok (41) korban yang hanyut di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecama
Tim Gabungan saat melakukan pencarian Ibu Enok (41) korban yang hanyut di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026). Foto Dok Basarnas Bandung
0 Komentar

Jabar Ekspres- Memasuki hari ketiga pencarian Ibu Enok (41) korban hanyut di Sungai Cijagra, Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, tim gabungan kembali melakukan penyisiran aliran sungai dengan menggunakan perahu karet.

Pencarian difokuskan dari Jembatan Murci hingga wilayah Cilame, Kabupaten Bandung.

Dantim Basarnas Bandung, Heru Kusdiantoro, mengatakan pencarian hari ini melibatkan dua unit LCR (Landing Craft Rubber), masing-masing satu dari Basarnas dan satu dari BPBD.

“Pencarian hari ini menggunakan dua LCR, satu dari Basarnas dan satu dari BPBD. Kita turun dari Jembatan Murci sampai ke Cilame di Sungai Cijerah,” ujar Heru, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:Hari ke-11 Pencarian, 67 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu TeridentifikasiLangkah Tua Emak Eti, Rezeki dari Gorengan

Menurutnya, metode penyisiran yang dilakukan masih sama seperti hari pertama, yakni dengan menyusuri aliran sungai dan melakukan pemantauan di titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Heru menjelaskan, tim juga menindaklanjuti informasi dari warga yang mengaku sempat melihat sosok diduga korban melintas di wilayah hulu, tepatnya di sekitar Curug.

“Kemarin ada informasi dari warga yang melihat diduga korban melintas di daerah atas, sekitar Curug. Makanya hari ini kita fokuskan juga pengecekan di lokasi yang dilaporkan warga,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, ciri-ciri yang dilaporkan warga disebut memiliki kemiripan dengan identitas korban, yakni rambut panjang dan mengenakan celana jeans.

“Untuk tanda-tandanya, kata warga sempat terlihat rambut panjang dan pakai celana jeans, serta bajunya terlepas,” ungkap Heru.

Meski demikian, proses pencarian tidak lepas dari sejumlah kendala. Salah satunya adalah kondisi debit air sungai yang mulai surut sehingga berisiko membuat perahu kandas di beberapa titik.

“Kesulitannya karena air sudah agak turun, takutnya perahu kandas di tengah. Jadi kita sisir dari sungai yang lebih tinggi ke arah hulu,” jelasnya.

Baca Juga:MTsN Kota Cimahi Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Pasir LanguJumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10

Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai dengan harapan korban segera ditemukan.

0 Komentar