JABAR EKSPRES – Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) yang tumbuh di Kebun Raya Bogor (KRB) diperkirakan akan segera mekar. Sejumlah indikator biologis menunjukkan bunga tersebut telah memasuki fase akhir menjelang mekar atau pembungaan.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Botanik Terapan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Dian Latifah mengatakan, tanda-tanda mekarnya bunga bangkai sudah dapat dikenali sejak awal kemunculan, terutama dari munculnya spadix, yaitu batang besar di bagian tengah bunga bangkai yang menandakan bunga akan segera mekar.
“Kemunculan awal tercatat pada 26 Januari dengan tinggi sekitar 85 sentimeter. Pada fase tersebut, spadix sudah mulai terlihat sebagai tanda bahwa bunga bangkai akan mekar dalam waktu dekat. Dari kondisi tersebut, fase pembungaan atau pemekaran bunga bangkai sejak awal itu diperkirakan telah berlangsung sekitar dua bulan,” ujar Dian saat ditemui di Kebun Raya Bogor, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga:Bunga Bangkai Raksasa di Kebun Raya Bogor Mulai Memasuki Fase MekarBunga Bangkai Mekar di Baleendah, Bau Menyengat Tercium hingga 300 Meter
Dian juga menjelaskan, bunga bangkai yang aka mekar ini merupakan pembungaan ke-6 sejak pertama kali ditanam pada 1992 lalu.
Pengalaman dan data dari pembungaan sebelumnya pun menjadi dasar bagi pihak peniliti maupun teknisi untuk memprediksi waktu mekar bunga bangkai tersebut.
“Saat ini indikator siap mekar sudah terpenuhi. Tinggi bunga tidak lagi bertambah, terakhir diukur sekitar 135 sentimeter. Selain itu, bau khas sebagai tanda bunga bangkai akan mekar jug sudah tercium sejak sekitar tiga hari terakhir dan semakin kuat saat ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, kemunculan bau busuk atau menyengat biasanya menjadi salah satu penanda penting bahwa bunga bangkai sudah memasuki fase akhir menjelang mekar.
Bau tersebut berasal dari spadix dan menjadi sinyal alami untuk menarik serangga penyerbuk, sehingga kehadiran serangga yang mulai berdatangan juga memperkuat indikasi pemekaran tersebut.
Meski demikian, Dian menyebut waktu mekarnya bunga bangkai masih dapat sedikit bergeser akibat sejumlah faktor, salah satunya kondisi cuaca.
Pada musim hujan, waktu mekarnya cenderung lebih mudah diprediksi dan biasanya terjadi pada sore atau malam hari, kalau sedang cerah itu cenderung siang hari. Namun selain cuaca, ada juga faktor genetik dan kondisi internal dari masing-masing individu bunga.
