JABAR EKSPRES – Petinju muda berbakat Xander Zayas sukses menuntaskan duel ketat melawan Abass Baraou untuk merebut gelar juara dunia kelas menengah super (70 kg) versi World Boxing Association (WBA). Pertarungan sengit tersebut berlangsung di Coliseum Jose Miguel Agrelot, San Juan, Puerto Rico, dan menyajikan drama hingga detik-detik terakhir.
Ketegangan mencapai puncaknya saat hasil penilaian juri diumumkan. Dua kartu skor mencatat keunggulan 116–112 untuk Zayas, sementara satu juri lainnya memberikan nilai 116–112 untuk Baraou. Hasil ini memastikan kemenangan Zayas melalui keputusan terbelah (split decision), sebagaimana dilaporkan WBA melalui laman resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.
“Ketegangan menyelimuti arena saat kartu penilaian dibacakan: 116–112 untuk Zayas, 116–112 untuk Zayas, dan 116–112 untuk Baraou,” ujarnya.
Baca Juga:Terbukti Terima Suap Rp330 Miliar, Eks Menteri Kehakiman China Tang Yijun Divonis Penjara Seumur HidupHarga Dolar AS Hari Ini: Menguat Tipis terhadap Rupiah
Sejak ronde pertama, Zayas dihadapkan pada tantangan berat. Baraou, petinju asal Jerman, tampil agresif dengan gaya bertarung khas Eropa yang menekan. Ia terus melancarkan serangan demi serangan dan memaksa Zayas bertarung sambil bergerak mundur sepanjang paruh awal pertandingan.
Meski berada di bawah tekanan, Zayas menunjukkan kualitas teknik yang selama ini melekat pada reputasinya sebagai petinju muda berbakat. Dengan mengandalkan kecepatan tangan serta kombinasi pukulan yang tajam dan akurat, ia beberapa kali mampu menghentikan momentum serangan Baraou dan membalikkan situasi.
Namun, Baraou membuktikan daya tahan luar biasa. Memasuki ronde kedelapan, kedua petinju sama-sama terlihat mulai menanggung dampak duel intens yang menguras fisik dan mental. Pertarungan semakin keras dan terbuka, dengan kedua kubu enggan mengendurkan tekanan.
Ronde-ronde akhir berlangsung sangat ketat dan menentukan. Baraou unggul dalam jumlah pukulan pada ronde kesembilan dan kesebelas, sementara Zayas tampil lebih efektif dengan pukulan-pukulan bersih dan bertenaga pada ronde kesepuluh serta ronde ke-12 yang berlangsung dramatis. Di ronde terakhir, keduanya berdiri tegap di tengah ring dan saling bertukar serangan keras hingga bel penutup berbunyi.
Sorak sorai penonton pecah ketika hasil split decision diumumkan, menandai lahirnya juara baru di divisi kelas menengah super. Kemenangan ini menjaga rekor tak terkalahkan Zayas menjadi 21 kemenangan, dengan 12 di antaranya diraih melalui knockout (KO).
