JABAR EKSPRES – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka akses peningkatan kompetensi dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui ribuan paket pelatihan kerja, kewirausahaan, serta pemagangan yang akan digelar sepanjang tahun 2026.
Program ini ditujukan bagi puluhan ribu warga Kota Bandung, termasuk penyandang disabilitas, sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang berdaya saing dan inklusif.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman, mengatakan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Baca Juga:Perkuat Kesiapan Nasional, Komisi XII Dukung Penguatan Kerja Sama Nuklir Indonesia dan AS 200 Pesepeda Siap Jelajahi Rute Menantang nan Indah di Jatim Lewat EJJ 2026
“Kami ingin memastikan warga Kota Bandung memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Andri saat dihubungi, Selasa (3/2).
Secara keseluruhan, Disnaker Kota Bandung menyiapkan 856 paket pelatihan dengan total peserta mencapai lebih dari 17.000 orang. Rinciannya meliputi 26 paket pelatihan berbasis kompetensi untuk 520 peserta, 826 paket pelatihan kewirausahaan untuk 16.520 peserta, dua paket pelatihan khusus penyandang disabilitas untuk 40 peserta, serta dua paket pemagangan dalam negeri untuk 40 peserta.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menambah kuota khusus pelatihan kewirausahaan dan disabilitas dengan kejuruan yang lebih spesifik. Untuk mendukung kesetaraan kesempatan kerja, disiapkan empat paket pelatihan bagi penyandang disabilitas dengan total 80 peserta, yang mencakup kejuruan digital marketing, catering, barista dasar, dan tata rias wajah.
Pelatihan kewirausahaan menjadi porsi terbesar, yakni 821 paket yang menjangkau 16.420 peserta. Jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan usaha mikro dan tren pasar, seperti barber, barista, catering, digital marketing, menjahit, pastry, servis ponsel, tata kecantikan, tata rias, hingga terapis pijat.
Sementara itu, 26 paket pelatihan berbasis kompetensi akan ditentukan jenis kejuruannya berdasarkan minat masyarakat serta kebutuhan dunia usaha dan industri di Kota Bandung agar lulusan lebih mudah terserap di pasar kerja.
“Penentuan kejuruan akan kami sesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga peserta tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki peluang kerja yang nyata,” tambah Andri.
Pendaftaran seluruh program pelatihan dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Disnaker New BIMMA, dengan persyaratan yang disesuaikan dengan masing-masing jenis pelatihan.
