JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menata ulang arah pengembangan smart city menjelang 2026 dengan menekankan manfaat nyata bagi masyarakat. Transformasi digital yang selama ini dijalankan tidak lagi sekadar diposisikan sebagai proyek teknologi.
Namun sebagai pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga.
Arah tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi implementasi smart city Kota Bandung tahun 2025 bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang digelar pada Selasa, (3/1).
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Forum evaluasi ini menjadi ruang refleksi bagi Pemkot Bandung untuk menilai capaian sekaligus menakar tantangan transformasi digital yang telah dijalankan sepanjang tahun lalu.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menegaskan, smart city harus dipahami secara utuh sebagai kerangka pembangunan kota, bukan sekadar urusan perangkat lunak dan infrastruktur teknologi.
“Bagi kami, smart city bukan semata soal teknologi. Ini adalah pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Iskandar.
Menurut Iskandar, proses evaluasi menjadi penting agar transformasi digital tidak berhenti pada pemenuhan indikator administratif. Ia menilai, refleksi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kebijakan smart city benar-benar menjawab kebutuhan kota yang dinamis.
“Evaluasi ini menjadi momentum strategis bagi kami untuk merefleksikan perjalanan transformasi digital dan penguatan tata kelola cerdas sepanjang tahun 2025,” ucapnya.
Secara kebijakan, Iskandar menjelaskan, pengembangan smart city di Kota Bandung telah sejalan dengan dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD 2025-2029 dan peta rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Namun, dirinya mengakui implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala yang perlu dibenahi secara bertahap.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Secara kebijakan, smart city sudah kami dukung melalui RPJMD 2025–2029 dan peta rencana SPBE. Tetapi kami akui tantangan masih ada mulai dari integrasi sistem antar-OPD, penguatan keamanan informasi, sampai peningkatan kapasitas SDM,” ungkapnya.
Iskandar menegaskan, Pemkot Bandung membuka diri terhadap kritik dan masukan dari para asesor sebagai bagian dari proses pembelajaran. Evaluasi eksternal dipandang penting agar penguatan smart city tidak berjalan dalam ruang yang tertutup.
