Jawa Barat Deflasi -0, 09 Persen m-to-m, Cabai Merah Penyumbang Tertinggi

Jawa Barat Deflasi -0, 09 Persen m-to-m, Cabai Merah Penyumbang Tertinggi
Pedagang merapikan cabai di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (2/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jawa Barat mengalami deflasi pada Februari 2025 secara m-to-m, cabai merah jadi komoditas penyumbang deflasi tertinggi.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Barat Ninik Anisah menguraikan, Februari ini Jawa Barat mencatatkan posisi deflasi pada angka -0, 09 persen, kondisi deflasi juga nampak di Kabupaten Kota.

Dari 10 daerah yang menjadi pantauan, hanya satu yang tidak deflasi atau menunjukkan indikator inflasi. Kondisi deflasi terdalam ada di Kota Cirebon dengan -0, 44 persen.

Baca Juga:200 Pesepeda Siap Jelajahi Rute Menantang nan Indah di Jatim Lewat EJJ 2026Kemendag Sebut Integrasi Kakao ke Indeks Bloomberg Perkuat Daya Saing Ekspor

“Sedangkan kota yang menunjukkan indikator inflasi adalah Kota Bekasi dengan 0,07 persen, ” jelasnya.

Ninik melanjutkan, dari sisi kelompok, penyumbang deflasi terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau. Kelompok tersebut memberi andil -0, 28 persen.

Sementara dari sisi komoditas, cabai merah jadi penyumbang deflasi teratas, yakni dengan andil -0, 10 persen. Lalu disusul cabai rawit -0, 06 persen.

Berikutnya daging ayam ras -0, 06 persen, bawang merah -0, 06 persen, telur ayam ras -0, 04 persen. Sementara beberapa komoditas yang menyumbangkan inflasi adalah emas perhiasan dengan 0,18 persen, tomat 0,01 persen, ikan kembung 0,01 persen, bawang putih 0,01 persen, dan beras 0,01 persen.

Sementara dari sisi y-on-y, Jawa Barat mencatatkan inflasi di angka 3,24 persen, tercatat komoditas yang menyumbangkan deflasi teratas adalah tarif listrik dengan 1,37 persen.

Lalu disusul emas perhiasan 0,99 persen, bahan bakar rumah tangga 0,08 persen, daging ayam 0,07 persen, dan beras 0,07persen.

Sedangkan penyumbang deflasi adalah cabai merah -0, 14 persen. Lalu cabai rawit -0, 11 persen, bawang putih -0, 04 persen, bensin -0, 02 persen dan jengkol -0, 01 persen. (son)

0 Komentar