“Ini liga pelajar pertama yang diselenggarakan oleh Perbasi Kota Cimahi, dan diikuti oleh 26 tim dari SD, SMP, dan SMA se-Kota Cimahi,” kata Tresna.
Pertandingan menggunakan format 5 lawan 5 dan dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan. Tim SD akan bertanding sesama SD, begitu pula SMP dan SMA. Setiap kategori memperebutkan juara 1, 2, dan 3 dengan piala Perbasi.
Untuk kategori usia, Tresna menyebut tidak ada pembatasan umur secara ketat. Peserta bertanding membawa nama sekolah masing-masing, baik putra maupun putri, dengan komposisi tim yang bersifat campuran selama masih dalam satu jenjang.
Baca Juga:Perbasi Cimahi Bangkitkan Basket Lokal Lewat Wali Kota Cup 2025, Bibit Muda Mulai BermunculanTim Basket SMAN 2 Bandung dan SMA BPK Penabur Cirebon Kembali Menjadi Juara di Honda DBL West Java Series
“Kalau usia tidak kami batasi secara detail, yang penting dia membawa nama sekolahnya. Putra dan putri ada,” jelasnya.
Sebagai penyelenggaraan perdana, Tresna mengakui pihaknya menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kekhawatiran minimnya peserta dan keterbatasan dukungan sponsor.
“Tantangan pasti ada. Awalnya kami khawatir peminatnya sedikit. Tapi alhamdulillah, setelah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Disdik wilayah 7 provinsi, responsnya cukup banyak,” ungkapnya.
Meski demikian, persoalan pendanaan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi.
“Masalah sponsor memang masih jadi kesulitan bagi kami,” tambahnya.
Tresna berharap Liga Pelajar Basket Cimahi dapat menjadi agenda rutin tahunan Perbasi Kota Cimahi, bahkan digelar lebih dari satu kali dalam setahun guna memperluas jangkauan pembinaan.
“Harapan kami, ke depan jumlah sekolah yang ikut bisa bertambah. Ini akan menjadi kalender tahunan Perbasi Kota Cimahi, mungkin bisa dua atau tiga kali dalam setahun,” ujarnya.
Baca Juga:Timnas Basket Putri U-16 Indonesia Gagal ke Final, Bidik Perunggu di FIBA Asia Cup 2025 Divisi BArkanairo Berhasil Cetak 14 Poin untuk Putra Sembilan, Ikuti Jejak Ayah di Basket
Saat ini, liga masih bersifat internal dan hanya diikuti siswa-siswi yang bersekolah di Kota Cimahi, tanpa melibatkan peserta lintas daerah. Para peserta berasal dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah, tanpa proses seleksi khusus dari Perbasi.
“Sekolah membawa timnya masing-masing. Ini dari ekstrakurikuler, jadi kami tidak melakukan seleksi khusus,” pungkas Tresna. (Mong)
