PVMBG Peringatkan Potensi Gerakan Tanah Susulan di Cisarua, Warga Diminta Tetap Waspada

Tim SAR gabungan mencari korban tanah longsor di Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat
Tim SAR gabungan mencari korban tanah longsor di Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Pelaksana Harian (Plh) Kepala PVMBG, Edi Slameto, menyebut kondisi ini berpotensi memicu terjadinya gerakan tanah susulan sewaktu-waktu.

“Oleh karena itu, permukiman yang terlanda bencana longsor dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah dan aliran debris susulan dari material longsor yang masih tersisa di lereng bagian atas,” ujar Edi, Sabtu (31/1).

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Edi menjelaskan, bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu pada 24 Januari 2026 lalu salah satunya disebabkan oleh pergeseran tanah yang dipicu kondisi alam setempat.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar menghindari aktivitas di zona sempadan atau bantaran sungai di lokasi terdampak.

“Masyarakat tidak beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di lereng atas atau yang berasal dari jalur longsoran. Jika debit sungai meningkat dan berwarna keruh, atau aliran air tiba-tiba hilang, masyarakat diminta segera menjauh dan melaporkannya kepada pemerintah daerah setempat,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Edi juga menjelaskan sejumlah faktor penyebab terjadinya longsor di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Januari 2026.

Selain dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan pergeseran tanah, karakteristik geologi wilayah tersebut turut memengaruhi terjadinya longsor.

“Gunung Burangrang merupakan gunung api purba yang didominasi material vulkanik. Material ini mudah lapuk karena tersusun dari fragmen batuan dengan ukuran beragam, mulai dari besar hingga kecil, sehingga tanahnya cepat jenuh air,” tuturnya.(San)

0 Komentar