Libatkan Dunia Pendidikan, 5,2 Juta Biji-Bijian dari Siswa SD–SMP Dukung Aeroseeding di Kabupaten Bandung

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah usai menghadiri kegiatan penebaran benih tanaman
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah usai menghadiri kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang atau aeroseeding di Pangkalan TNI AU Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026). Foto Agi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dunia pendidikan di Kabupaten Bandung turut berperan aktif dalam upaya pemulihan lingkungan pasca bencana alam melalui gerakan pengumpulan biji-bijian yang melibatkan siswa SD dan SMP.

Gerakan ini menjadi salah satu penopang utama kegiatan aeroseeding atau penebaran benih dari udara di lahan-lahan kritis Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menjelaskan, keterlibatan pelajar bermula dari instruksi Bupati Bandung Dadang Supriatna setelah terjadinya bencana di Kecamatan Arjasari.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Menurutnya, Bupati menginginkan upaya pemulihan lingkungan dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Pada saat pasca bencana di Arjasari, Pak Bupati menginstruksikan gagasan pemulihan lingkungan dengan melibatkan berbagai potensi. Salah satunya para siswa melalui gerakan pengumpulan biji-bijian,” ujar Asep usai menghadiri kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang atau aeroseeding di Pangkalan TNI AU Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (31/1/2026).

Ia menuturkan, arahan tersebut dituangkan dalam instruksi agar setiap siswa mengumpulkan lima biji-bijian, baik dari tanaman buah-buahan maupun kayu-kayuan.

Momentum pembagian rapor dipilih sebagai waktu penyerahan biji-bijian agar tidak membebani siswa dan orang tua.

“Jadi tiap siswa mengumpulkan lima biji-bijian dan disetorkan bersamaan dengan pembagian rapor. Alhamdulillah responsnya luar biasa,” katanya.

Dari gerakan tersebut, terkumpul sekitar 5,2 juta biji-bijian yang kini telah siap ditindaklanjuti dan ditebar di sejumlah titik lahan kritis yang telah dipetakan sebelumnya.

Asep menjelaskan, sebagian besar biji yang terkumpul merupakan biji buah-buahan. Pemilihan jenis ini dilakukan dengan pertimbangan keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran

“Sebagian besar biji buah-buahan, karena relatif lebih mudah dipelihara dan memiliki fungsi ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa keterlibatan peserta didik bukan hanya sebatas pengumpulan biji-bijian, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan sejak dini.

Menurutnya, Bupati Bandung meyakini bahwa kesadaran lingkungan harus dibangun melalui partisipasi semua pihak.

“Pak Bupati sangat meyakini bahwa lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Peserta didik menjadi bagian penting untuk mengedukasi masyarakat. Kalau siswa sudah peduli, masyarakat akan ikut termotivasi,” ujarnya.

0 Komentar