JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mendorong percepatan penyelesaian sejumlah fasilitas penunjang di Asrama Haji Indramayu.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji pada musim Haji 2026 mendatang.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut meninjau langsung kondisi Asrama Haji Indramayu dan menemukan beberapa sarana yang belum sepenuhnya rampung.
Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan
Di antaranya adalah pembangunan masjid yang masih dalam tahap penyelesaian serta persoalan ketersediaan dan jaringan air bersih.
Menurut Ono Surono, persoalan infrastruktur tersebut harus segera dituntaskan, mengingat waktu pelaksanaan ibadah haji semakin dekat.
Ia menilai fasilitas asrama memiliki peran vital sebagai tempat transit dan persiapan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ono juga mneyampaikan, kebutuhan berbagai sarana penunjang itu sebenarnya sudah pernah dibahas, tapi ada beberapa kendala administrasi. “Dulu saya juga sudah menyampaikan ke instansi terkait, ” terangnya, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan sejumlah fasilitas penunjang tersebut diperkirakan mencapai Rp600 juta.
Gubernur Jawa Barat, kata Ono, juga siap menyiapkan dana tersebut. Namun pencairan anggaran sempat tertunda karena surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat belum masuk ke pemerintah provinsi sehingga usulan anggaran tidak sempat diakomodasi dalam perubahan APBD.
Menurut Ono, beberapa kesepakatan juga telah dilakukan. Misalnya soal penyediaan air bersih, di mana instalasi saluran air bersih dikerjakan oleh pihak pusat sementara penyediaan airnya akan difasilitasi oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Indramayu.
Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran
“Ini akan kami dorong terus. Agar nanti saat Haji, jamaah bisa nyaman,” katanya.
Di sisi lain, dari informasi yang dihimpun, sejumlah pembangunan telah berlangsung untuk Asrama Haji dengan lahan sekitar 13 hektar itu, di antaranya, pembangunan tahap pertama mulai 2020 lalu berupa Gedung PPIH, Aula hingga Gudang.
Asrama Haji itu juga bisa menjadi salah satu motor untuk menggeliatkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Sebelum terbang dari Kertajati, jamah berkumpul di Asrama tersebut. (son)
