Pembangunan Flyover di Perlintasan Sebidang KA Masih Sebatas Kajian

Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Layang Nurtanio, Kota Bandung, Rabu (28/1). Foto: Dimas Rachmatsyah
Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Layang Nurtanio, Kota Bandung, Rabu (28/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa rencana pembangunan flyover di perlintasan sebidang kereta api hingga saat ini masih sebatas kajian.

Langkah tersebut dinilai bukan menjadi solusi utama dalam mengurai kemacetan, seiring fokus pemerintah kota dalam meningkatkan efektivitas penggunaan transportasi publik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa perlintasan sebidang masih menjadi salah satu penyumbang kemacetan di Kota Bandung, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

“Perlintasan sebidang ini salah satu sumber kemacetan. Maka pembangunan jalan layang tambahan menjadi opsi yang serius kita kaji,” ujar Farhan, Rabu (28/1)

Meski demikian, Pemkot Bandung menegaskan bahwa kajian pembangunan flyover dilakukan secara selektif dan tidak berdiri sendiri. Pemerintah lebih mengedepankan penataan sistem transportasi massal yang terintegrasi sebagai solusi jangka panjang.

Saat ini, fokus utama Pemkot Bandung adalah pengembangan transportasi publik, mulai dari penguatan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai tulang punggung pergerakan warga, penataan angkutan kota sebagai feeder, hingga sinkronisasi dengan program transportasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, yang selama ini menjadi faktor utama kemacetan di wilayah perkotaan.

Pemkot Bandung juga menilai bahwa pembangunan infrastruktur seperti flyover perlu mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari dampak lalu lintas, lingkungan, hingga kemampuan anggaran daerah, sehingga tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa.

Melalui kajian yang matang dan penataan transportasi publik yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Bandung berharap upaya penguraian kemacetan dapat dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berpindah dari satu titik ke titik lainnya. (Dam)

0 Komentar