Milad ke-56 YPKP: Kampus Tertua Bandung Tegaskan Keunggulan Global  

Milad ke-56 YPKP
BERSINERGI: Jajaran Universitas Sangga Buana Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (USB-YPKP) Bandung, saat peresmian taman kampus di hari Milad ke-56 YPKP, Rabu (28/1). 
0 Komentar

BANDUNG – Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP) Bandung, sebagai Badan Penyelenggara Universitas Sangga Buana YPKP (USB YPKP), dengan penuh rasa syukur memperingati milad ke-56. Usia yang telah mencapai lebih dari setengah abad ini menjadi simbol kematangan dan ketahanan sebuah institusi pendidikan tinggi swasta di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Ketua Yayasan YPKP, Dr Ricky Agusiady, menyampaikan kebanggaannya atas perjalanan panjang institusi ini. “Kami termasuk salah satu perguruan tinggi tertua di Bandung. Banyak institusi yang baru berdiri mengklaim keunggulan, namun mampu bertahan selama 56 tahun bukanlah hal yang mudah,” ujar Ricky di sela-sela acara, Rabu (28/1).

Ricky, yang juga Ketua Asosiasi Badan Pengelola Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Wilayah Jawa Barat itu menjelaskan, bahwa usia panjang ini mencerminkan kematangan organisasi. “Tidak sedikit perguruan tinggi swasta yang akhirnya harus bergabung dengan institusi lain atau bahkan menghentikan operasionalnya. Dari sekitar 400 PTS yang berada di bawah naungan ABPPTSI, sekitar 10 persen mengalami kesulitan serius. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan kuliah bagi masyarakat,” paparnya.

Baca Juga:MKKS SMK Kota Bandung Butuh Penasehat Hukum untuk Majukan ProgramKongres IV Gaspermindo Tekankan Adaptasi Serikat Pekerja di Era Digital

Untuk itu, USB YPKP saat ini sedang menjalani proses penggabungan (merger) dengan sebuah sekolah tinggi kesehatan melalui mekanisme resmi. “Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami kepada negara agar tidak ada lagi kursi kuliah yang hilang akibat penutupan institusi,” tambahnya.

Menurut Ricky, akar permasalahan yang sering dialami PTS adalah tata kelola yang kurang baik. “Bukan institusinya yang bermasalah, melainkan pengelolaannya. Sering kali muncul perbedaan pandangan di internal yayasan atau dualisme kepemimpinan. Kami di ABPPTSI berupaya mencegah penutupan dengan mendorong penggabungan antar perguruan tinggi yang sehat,” jelasnya.

Ke depan, visi USB YPKP adalah menempatkan diri tidak hanya setara dengan perguruan tinggi di Jawa Barat, melainkan juga di tingkat nasional dan internasional. “Kami telah memenuhi kriteria ‘Unggul’ berdasarkan indikator BAN-PT dan sedang melengkapi berbagai elemen pendukungnya. Selanjutnya, kami harus mengubah pola pikir dari kompetisi lokal menuju standar global,” tambah Ricky.

0 Komentar