Hati-hati! Whip Pink Ternyata Sangat Berbahaya Bagi Jantung, Begini Kata Dokter Ahli

Hati-hati! Whip Pink Ternyata Sangat Berbahaya Bagi Jantung, Begini Kata Ahli
Hati-hati! Whip Pink Ternyata Sangat Berbahaya Bagi Jantung, Begini Kata Ahli (Dok: Disway.ID)
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Akhir-akhir ini jagat maya tengah diramaikan dengan kemunculan produk yang dikenal dengan nama Whip Pink.

Mendengar nama Whip Pink ini seperti tidak berbahaya, bahkan terkesan sebagai produk yang digunakan untuk pelengkap makanan.

Namun siapa yang menyangka di balik namanya yang terdengar ramah ‘Whip Pink’, ternyata menyimpan hal berbahaya yang bisa mengancam nyawa.

Baca Juga:Persiapan CPNS 2026, Ini Beberapa Instansi yang Wajibkan Tes Fisik dalam SKB Non-CAT, Apa Saja?Tabel Angsuran KUR BNI 2026 dengan Plafon Pinjaman Rp100 Juta untuk Modal Usaha UMKM

Ternyata, produk ini bisa menyebabkan kerusakan organ pada seseorang yakni organ vital seperti jantung.

Hal tersebut disampaikan oleh ahlinya yakni Dokter Spesialis Paru, Prof. dr. Erlina Burhan sebagaimana dikutip dari laman Disway.ID.

Erlina memberikan penegasan bahwa adanya pergeseran fungsi yang mengarikan dari produk yang harusnya ada di dapur, kini digunakan untuk penggunaan narkoba.

Dari hasil medis, produk yang digunakan tidak semestinya tersebut diduga mengandung Piperazine dan Catinone yang merupakan zat psikoaktif.

Kedua zat ini, Piperazine dan Catinone, disampaikan dr. Erlina sebagai narkotika yang berefek merusak terhadap metabolisme tubuh manusia.

“Secara umum, whipping itu sebetulnya dipakai untuk kuliber, untuk bikin krim. Tapi yang marah sekarang ini adalah penyalahgunaan. Isinya ada Piperazine dan Catinone,” katanya pada Minggu, 25 Januari 2026.

Kemudian diketahui pula bahwa pola pendistribusiannya cukup beragam, dari dalam bentuk bubuk dan kristal dengan cara penggunaan yang bervariasi. Ada yang diminum, dihirup, hingga disuntikkan.

Baca Juga:Persiapan Agar Lolos CPNS 2026, Rekomendasi 4 Kanal YouTube Terbaik untuk Belajar Mandiri Gratis!Modal Usaha Tanpa Jaminan: Cek Skema KUR BRI 2026 Plafon Rp10 Juta, Cicilan Ringan di Bawah Rp200 Ribu!

Menurut Erlina, dampak paling fatal dari penggunaan kedua zat tersebut adalah menyasar sistem kardiovaskular, yang artinya memiliki risiko tinggi mengalami gangguan irama jantung.

Bahkan dalam dosis yang melebihi batas, jantung yang kehilangan kendali irama juga bisa berhenti secara mendadak.

“Bisa menimbulkan iritasi pada saluran napas. Terjadi pembengkakan, batuk, hingga sesak napas yang kuat. Apalagi kalau penggunanya punya riwayat asma, itu efeknya akan jauh lebih parah,” ucapnya.

Bukan itu saja, zat ini juga bisa berdampak pada gangguan cara berpikir seseorang yang menjadi penggunanya.*

0 Komentar