“Meskipun kini jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, aksara kuno Sunda masih dapat ditemukan dalam kesempatan khusus seperti acara adat atau peninggalan bersejarah, menjadi bukti bahwa jejak budaya tersebut belum sepenuhnya hilang,” bebernya.
Ia berharap keprihatinan ini dapat menjadi pemantik kesadaran bersama, agar aksara Sunda tidak sekadar menjadi artefak masa lalu, melainkan kembali hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.(Mong)
