Jelang Mudik Lebaran 2026, Pengamat Soroti Risiko Sepeda Motor dan Lemahnya Angkutan Umum

Sejumlah pengendara sepeda motor melintas saat terjebak kemacetan di Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Sabtu (
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas saat terjebak kemacetan di Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Sabtu (24/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Terkait keselamatan, Djoko menegaskan mudik menggunakan sepeda motor sangat berisiko.

“Mudik menggunakan sepeda motor sangat tidak dianjurkan karena risiko kecelakaan yang tinggi, terutama jika membawa muatan barang berlebih atau berboncengan lebih dari satu orang,” jelasnya.

Data Korlantas Polri, menurut Djoko, menunjukkan penurunan signifikan angka kecelakaan pada Lebaran 2025, termasuk penurunan korban meninggal dunia. Namun, keterlibatan sepeda motor masih menjadi perhatian serius.

Dia menilai kondisi tersebut dipicu oleh matinya angkutan umum lokal di daerah, yang memaksa pemudik membawa sepeda motor dari kota asal.

Baca Juga:Brother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah InspiratifBelanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo Romantis

Karena itu, penyediaan bus gratis dan kemudahan pendaftarannya dinilai menjadi kunci untuk mengalihkan pemudik ke moda yang lebih aman.

“Evaluasi Mudik Lebaran 2025 harus menjadi titik balik bagi Mudik Lebaran 2026. Pemerintah wajib mengembalikan anggaran keselamatan dan berani melarang tegas penggunaan sepeda motor bagi pemudik dengan anak-anak,”pungkasnya.

Laman:

1 2
0 Komentar