Bukan Sekadar Viral, Cuanki Mini Padalarang Lahir dari Proses Panjang

Deden Mahfud Aliyudin bersama miniatur karyanya. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Deden Mahfud Aliyudin bersama miniatur karyanya. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Saya sempat mikir buat berhenti dan cari kerja lain. Tapi setiap mau nyerah, saya ingat di rumah ada istri dan anak,” ucapnya.

Dorongan tersebut akhirnya melahirkan ide yang tak biasa. Deden memodifikasi barang bekas menjadi sebuah gerobak cuanki berukuran mini. Gerobak itu bukan sekadar replika, melainkan dapat digunakan sepenuhnya untuk memasak.

“Awalnya karena enggak punya modal beli gerobak besar. Ya sudah, saya bikin sendiri saja, tapi ukurannya kecil,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

Konten cuanki mini pertama kali direkam di kawasan Padalarang, memanfaatkan trotoar yang baru selesai dibangun. Niat awalnya hanya untuk kebutuhan konten. Namun respons warganet datang di luar dugaan.

“Banyak yang nanya, ini dijual beneran atau cuma buat video,” ungkap Deden.

Saat lapak dibuka di depan Stasiun Padalarang, respons publik semakin terasa. Warga berdatangan dan mengelilingi gerobak kecil tersebut. Aktivitas jual beli berlangsung sederhana dengan harga Rp1.000 per porsi.

“Alhamdulillah, setiap hari habis. Enggak nyangka bisa sejauh ini,” katanya.

Seiring meningkatnya perhatian, Deden mulai dikenal luas. Meski demikian, ia mengaku tak ingin menjadikan viralitas sebagai tujuan utama. Setelah berjualan, ia tetap kembali pada aktivitas merakit miniatur di rumah.

“Buat orang lain mungkin ini cuma cuanki kecil. Buat saya, ini cara buat tetap berdiri,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan Deden perlahan memberi dampak bagi keluarganya. Sang istri kini turut menekuni dunia digital dari rumah. Mereka berbagi peran dan saling mendukung dalam menghadapi ketidakpastian.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Kisah Deden Mahfud Aliyudin menunjukkan bahwa ketekunan dapat tumbuh dari keterbatasan. Dari ruang sempit dan bahan sederhana, ia membangun jalan hidupnya secara perlahan.

Di Padalarang, gerobak kecil dan panci mungil itu menjadi saksi bahwa konsistensi mampu membuka peluang, meski dimulai dari langkah yang sederhana. (Wit)

0 Komentar