JABAR EKSPRES – Tekanan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang kian mengkhawatirkan menjadi perhatian serius dalam kunjungan Tim World Bank dan Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) ke Kota Cimahi.
Kunjungan yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Lebaksaat tersebut merupakan bagian dari rangkaian Implementation Support Mission (ISM), Rabu (21/1), sekaligus menjadi ajang evaluasi langsung terhadap kesiapan Cimahi dalam mengurangi ketergantungan pada TPA.
Pada Januari 2026, World Bank melaksanakan misi resmi yang dipimpin oleh World Bank Task Team Leader bersama Ketua Tim Central Project Management Unit (CPMU) Sandhi Eko Bramono, perwakilan Central Project Implementation Unit (CPIU), serta unsur Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga:Menteri LH Tegaskan Sampah Tak Boleh Dibakar, DLH Cimahi Dorong TPST 3R dan RDF Kurangi Kiriman ke SarimuktiSarimukti Nyaris Kolaps, Cimahi Dikejar Waktu Atasi 250 Ton Sampah per Hari
Misi ini difokuskan untuk memastikan pelaksanaan Program ISWMP berjalan sesuai rencana, sekaligus mengidentifikasi celah penguatan dari sisi teknis, kelembagaan, dan operasional di daerah penerima manfaat.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menilai kehadiran tim ISM memiliki arti strategis di tengah keterbatasan daya dukung wilayah Cimahi dan kondisi TPA Sarimukti yang terus mengalami tekanan kapasitas.
“Terutama di tengah keterbatasan daya dukung wilayah dan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang mengalami tekanan kapasitas,” ujar Adhitia saat ditemui di Pemkot Cimahi, Kamis (22/1/2026).
Menurut Adhitia, Implementation Support Mission tidak hanya berfungsi sebagai agenda pemantauan, tetapi menjadi ruang strategis untuk memastikan Program ISWMP benar-benar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu melalui berbagai kebijakan konkret.
Langkah tersebut meliputi penerapan kebijakan Zero to TPA, penanganan dampak sosial operasional TPST, khususnya TPST Sentiong yang berdekatan dengan SDN Pambudi Dharma, pengembangan TPST sebagai kawasan percontohan berkelanjutan.
Selain itu, lanjut Adhitia, soal pelaksanaan kampanye publik pengelolaan sampah, penguatan regulasi melalui penetapan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), serta pembangunan sistem kelembagaan dari hulu hingga hilir.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Berhasil Kurangi Sampah ke TPA Sarimukti, KLHK Berikan Apresiasi!Bandung Kewalahan Kelola Sampah, Pemprov Belum Restui Tambahan Kuota ke Sarimukti
“Perubahan perilaku menjadi kunci utama keberhasilan sistem persampahan jangka panjang. Sampah akan menjadi berkah jika dipilah,” tegasnya.
