Program ISWMP sendiri merupakan program nasional yang didanai melalui pinjaman World Bank kepada Pemerintah Republik Indonesia dan dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Program ini diarahkan untuk mendukung penanganan persoalan sampah secara terintegrasi, terutama di kota dan kawasan metropolitan.
Bagi Kota Cimahi, pelaksanaan ISWMP dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di tengah keterbatasan lingkungan. Kondisi TPA Sarimukti yang mengalami kelebihan kapasitas berdampak langsung pada pembatasan kuota pengiriman sampah wilayah Bandung Raya.
“Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Cimahi mempercepat penguatan pengolahan sampah di tingkat kota guna mengurangi ketergantungan terhadap TPA,” jelas Adhitia.
Baca Juga:Menteri LH Tegaskan Sampah Tak Boleh Dibakar, DLH Cimahi Dorong TPST 3R dan RDF Kurangi Kiriman ke SarimuktiSarimukti Nyaris Kolaps, Cimahi Dikejar Waktu Atasi 250 Ton Sampah per Hari
Sejalan dengan itu, kebijakan Zero to TPA diterapkan dengan fokus pada pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA melalui penguatan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah di tingkat sumber dan kawasan.
Kebijakan ini didukung langkah konkret seperti penerapan Hari Organik dan Hari Anorganik, pengoperasian TPST Sentiong serta sejumlah TPS 3R di wilayah Cimahi Selatan, peningkatan kapasitas TPS eksisting, dan pembagian kewenangan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.
*Sekitar 60 persen pengelolaan sampah dilakukan di tingkat kelurahan, sementara 40 persen ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi,” terangnya.
Melalui Program ISWMP, Kota Cimahi juga memperoleh dukungan pembangunan dua TPST untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah yang berakhir di TPA sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam evaluasi pelaksanaan program, Pemerintah Kota Cimahi memanfaatkan ISM sebagai sarana pembelajaran bersama untuk mengoptimalkan kinerja fasilitas pengolahan sampah. Sejumlah peralatan diketahui belum beroperasi optimal sesuai kapasitas perencanaan.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Cimahi menyatakan kesiapan menerima penggantian maupun peningkatan peralatan guna mencapai kapasitas pengolahan hingga 85 ton per hari agar TPST dapat berfungsi secara maksimal dan berkelanjutan,” beber Adhitia.
Kunjungan Tim World Bank, CPMU, dan CPIU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Cimahi, Pemerintah Pusat, World Bank, serta para pemangku kepentingan dalam mendorong implementasi Program ISWMP ke depan.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Berhasil Kurangi Sampah ke TPA Sarimukti, KLHK Berikan Apresiasi!Bandung Kewalahan Kelola Sampah, Pemprov Belum Restui Tambahan Kuota ke Sarimukti
Adhitia menegaskan, Pemerintah Kota Cimahi akan terus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penguatan kebijakan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan sistem pengolahan yang andal.
