“Sampah akan menjadi berkah bila dipilah dan diolah dengan baik,” tandas Adhitia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengungkapkan bahwa beban sampah harian di Cimahi masih tergolong tinggi. Produksi sampah saat ini berada di kisaran 230 hingga 250 ton per hari.
“Iya, di kita Kota Cimahi sekitar 230 sampai 250 ton per hari,” katanya kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (20/1) lalu.
Baca Juga:World Bank Soroti Tekanan Sarimukti, Cimahi Didorong Percepat Zero to TPA Lewat Program ISWMPMenteri LH Tegaskan Sampah Tak Boleh Dibakar, DLH Cimahi Dorong TPST 3R dan RDF Kurangi Kiriman ke Sarimukti
Meski demikian, tidak seluruh sampah tersebut dikirim ke TPA Sarimukti. Saat ini, Pemerintah Kota Cimahi hanya mengalirkan sekitar separuh dari total produksi harian ke TPA regional tersebut.
“Enggak, kita hanya sekarang sekitar 100 sampai 130-an lah yang saya kirim ke Sarimukti,” jelasnya, menegaskan angka tersebut merupakan tonase per hari.
Untuk menekan pengiriman ke TPA, Pemkot Cimahi terus mengoptimalkan TPST berbasis 3R. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas TPST Sentiong dari sebelumnya 50 ton menjadi 85 ton per hari.
DLH juga menambah peralatan di sejumlah TPST 3R lain, seperti di Pasar Kuda, Pasar Atas, Cibeber, dan Melong. Selain itu, fasilitas baru tengah disiapkan di wilayah selatan Cimahi.
“Dan nanti sebentar lagi kita akan buat juga yang sekarang sudah baru dipersiapkan di Selatan di Utama. Dan juga ada sewa gudang yang cukup besar untuk finishing good dari hasil pengolahan sampah,” katanya.
Melalui skema tersebut, sampah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di TPA Sarimukti. Sampah yang diolah akan menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna, mulai dari RDF, kompos, hingga pengolahan maggot.
“Jadi intinya sampah ini diharapkan tidak semuanya harus ke Sarimukti. Kita olah dulu dan menghasilkan produk. Produk ini kalau ada offtaker-nya kita bisa lempar ke offtaker seperti RDF dan lain-lain sebagainya, kemudian juga magotisasi atau komposting juga kita lakukan di masyarakat,” paparnya menutup. (Monk)
