Ia menilai, rendahnya angka pelunasan haji tahun ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain kondisi ekonomi, faktor kesehatan calon jemaah juga menjadi salah satu kendala utama.
“Ada calon jemaah yang secara finansial siap, tetapi tidak lolos pemeriksaan kesehatan. Ada juga yang terkendala persoalan mahram maupun urusan keluarga lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Enjah menyebut capaian pelunasan saat ini masih berada di atas proyeksi awal pihaknya. Pada awal masa pelunasan, Kemenhaj KBB memperkirakan jumlah jemaah yang melunasi hanya sekitar 75 orang.
Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!
“Alhamdulillah realisasinya lebih baik dari perkiraan awal. Sekarang sudah 97 orang yang melunasi,” katanya.
Bagi calon jemaah yang telah menyelesaikan pelunasan BIPIH, tahapan selanjutnya adalah mengikuti bimbingan manasik haji yang difasilitasi oleh pemerintah. Manasik tersebut bertujuan untuk membekali jemaah agar siap secara pengetahuan dan mental dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Manasik dilaksanakan lima kali, satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan. Seluruh biaya manasik ditanggung oleh pemerintah,” jelas Enjah.
Ia juga mengingatkan para calon jemaah agar mulai menjaga kondisi kesehatan sejak dini, mengingat waktu keberangkatan masih cukup panjang dan membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
“Menjelang Idul Fitri biasanya pola makan kurang terkontrol. Kami mengimbau jemaah tetap menjaga kesehatan, pola makan, dan kebugaran agar tidak ada kendala saat mendekati waktu keberangkatan,” pungkasnya. (Wit)
