JABAR EKSPRES – Rencana pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, justru memunculkan kegelisahan baru bagi para pedagang kaki lima (PKL). Bukan soal menolak pembangunan, melainkan soal masa depan yang hingga kini masih menggantung tanpa kepastian.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi, para PKL mengaku semakin tertekan karena belum adanya kejelasan terkait relokasi lapak mereka. Aktivitas berdagang yang sudah sepi kini dibayangi kekhawatiran akan kehilangan tempat usaha.
Salah seorang PKL di sekitar Pasar Cicadas, Cecep (49), mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19, pendapatan pedagang tidak pernah benar-benar kembali normal. Maraknya penjualan daring juga disebut semakin mempersempit ruang hidup PKL.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
“Habis COVID sampai sekarang ini jualan tuh gak banyak berubah, sepi. Semenjak ada online, toko jadi sepi, gede banget gitu,” kata Cecep kepada Jabar Ekspres di sekitar Pasar Cicadas, Kota Bandung Kamis (22/1).
Menurut Cecep, ketidakpastian rencana penataan kawasan membuat pedagang semakin resah. “Pedagang kan nanya terus resah, jadi saya bilang ini, ini kan belum ada titik temu saya udah beberapa kali rapat juga, belum ada. Belum ada kejelasannya,” ujarnya.
Cecep mengatakan isu relokasi kerap muncul dalam pertemuan, namun tanpa penjelasan rinci. Dia mengaku sering didatangi pedagang lain yang menanyakan nasib PKL Cicadas.
“Pedagang emang nanya-nanya terus gimana PKL, gimana, kabarnya belum ada,” ucapnya yang saat ini dipercaya menjadi salah satu Ketua Wilayah PKL Cicadas.
Menurut Cecep, kondisi tersebut berdampak pada ketenangan pedagang. Dirinya berharap pemerintah segera memberikan kepastian.
“Iya resah, menunggu gitu, udah jualan sepi karena ini resah, jadi gak tenang. Pemerintah pengennya itu cepat-cepat ada kejelasan,” ujar Cecep.
Penolakan PKL juga terlihat dari pemasangan spanduk bernada protes dan sindiran di sepanjang lapak pedagang. Spanduk itu mengekspresikan kegelisahan PKL yang merasa kondisi ekonomi belum pulih pascapandemi, sementara rencana pembangunan halte BRT dinilai belum disertai kejelasan solusi.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Salah seorang PKL Cicadas, Afwan, 35 tahun, mengatakan para pedagang tidak menolak pembangunan secara mutlak. “Kami bukan anti pembangunan. Tapi tolong nasib kami juga dipikirkan. Setelah Covid saja penghasilan belum pulih, sekarang mau digusur tanpa kejelasan mau dipindah ke mana,” kata Afwan.
