JABAR EKSPRES – Sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bogor akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1/2026) besok.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, mengatakan, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi aksi berpotensi terdampak dan mengalami kepadatan.
Oleh karena itu, masyarakat Kota Bogor pun diimbau untuk menghindari kawasan Balai Kota dan sekitarnya selama aksi demo angkot berlangsung.
Baca Juga:Amanat Perda, Walkot Bogor Dedie Rachim Tegaskan Penertiban Angkot Berusia di Atas 20 Tahun Terus Ditegakkan Angkot Ugal-ugalan Tabrak Ojol di Bogor, Polisi Kejar Sopir dan Imbau Korban Melapor
“Jalan Ir. H. Djuanda di sekitar Balai Kota itu berpotensi terdampak selama aksi berlangsung. Kami imbau masyarakat untuk menghindari Jalan Ir. H. Djuanda selama aksi unjuk rasa besok,” ujar Lukito saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Terkait rekayasa lalu lintas, Lukito menyampaikan Satlantas Polresta Bogor Kota akan menerapkannya secara situasional sesuai dengan kondisi di lapangan.
Meski demikian, masyarakat pengguna jalan juga diharapkan dapat mencari jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar Balai Kota Bogor maupun kawasan Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Ir. H. Djuanda.
“Pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan apabila terjadi kepadatan atau penutupan jalan akibat aksi. Kami melihat situasi di lapangan terlebih dahulu, jika diperlukan rekayasa akan dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Lukito menyampaikan, pihak kepolisian juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk membantu mobilitas masyarakat, khususnya penumpang angkot yang terdampak aksi unjuk rasa.
Sejumlah armada telah disiagakan untuk membantu masyarakat yang terdampak, diantaranya 2 unit Bus Uncal, 1 unit Bus Sekolah, 2 unit truk Satpol PP, serta 1 unit truk Polresta Bogor Kota.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Bogor terkait armada bantuan tersebut, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan bermobilitas dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Baca Juga:Tinggal 860 Angkot yang Masih Layak Jalan di Bogor, Warga Nilai Jumlahnya Tetap Terlalu Banyak86 Angkot di Kota Bogor Resmi Masuk P5, Kini Tersisa 1.854 Unit Melebihi Usia Teknis
Sebagai informasi, aksi unjuk rasa yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diperkirakan diikuti sekitar seribu sopir dan pengusaha angkot.
Demonstrasi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogot terkait penghapusan angkot berusia di atas 20 tahun.
