JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mencatat total 860 unit angkutan kota (angkot) yang saat ini masih dinyatakan layak beroperasi.
Sebelumnya, Dishub Kota Bogor telah melakukan pendataan terhadap seluruh angkot yang berjumlah 2.714 unit dari 25 rute trayek guna menjaring data kondisi kelayakan operasional angkutan umum di Kota Bogor.
Hasilnya, dari jumlah tersebut, sebanyak 1.854 angkot dinyatakan tidak layak jalan karena telah melebihi batas usia teknis maksimal 20 tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023.
Baca Juga:Tiket Persib vs Persija Ludes Dalam Hitungan Jam, The Jakmania Dilarang Datang!Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2
Selain itu, terdapat 86 angkot yang juga berada di atas usia teknis dan memilih masuk kategori P5, sehingga secara otomatis tidak lagi tercatat sebagai angkutan umum resmi.
Angkot yang terdata melampaui batas usia teknis tersebut pun resmi dilarang beroperasi di jalan per tanggal 1 Januari 2026 sehingga hanya menyisakan 860 angkot yang dinilai layak jalan.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah warga Kota Bogor pun mengaku senang karena jumlah angkot di Kota Bogor dapat berkurang. Meski Begitu, jumlah angkot yang masih layak beroperasi sebanyak 860 pun dinilai masih terlalu banyak.
“Saya sih senang ya pastinya karena Kota Bogor banyak banget angkotnya jadi bikin macet, bagus lah kalau banyak angkot yang dilarang jalan karena usianya udah tua itu, tapi kalau menurut saya sih jumlah 860 itu masih kebanyakan,” kata Ana (23) saat ditemui di Alun-Alun Kota Bogor, Rabu (7/1/2026).
Hal senada juga disampaikan Putra (27), Ia mengatakan kebijakan pelarangan angkot berusia uzur untuk beroperasi merupakan langkah baik untuk meminimalisirkan tingkat kemacetan di Kota Bogor. Namun menurutnya, jumlah 860 angkot yang masih aktif tetap terlalu banyak sehingga lebih baik dapat dikurangi.
“Itu bagus sih biar Kota Bogor tidak terlalu macet lagi karena kebanyakan angkot, secara keamanan juga kan tidak bagus ya kalau angkot tua masih jalan. Cuman ya 860 masih kebanyakan, sekarang kan orang sudah sedikit yang pakai angkot jadi kalau bisa sih dikurangin lagi lah di bawah 500 kalau bisa,” ucapnya.
Sementara itu, Laras (25) mengatakan, dengan adanya pilihan moda transportasi publik lain seperti ojek online dan BISKITA Trans Pakuan, minat masyarakat untuk menggunakan angkot semakin menurun. Karena itu, ia menilai jumlah angkot sebaiknya kembali dikurangi dengan menyesuaikan kebutuhan dan minat masyarakat.
