Saat ini, kondisi tersebut belum sepenuhnya ideal karena SDM yang ada harus merangkap berbagai tugas. Petugas yang melayani di kantor kerap menjadi orang yang sama ketika ada tugas ke luar, sehingga pembagian kerja masih dilakukan secara bergantian.
“Kita di Disdukcapil ini SDM-nya multi-talented. Kalau ada tugas ke luar, orangnya masih itu-itu juga. Jadi kita berbagi tugas sesuai kondisi,” jelas Tri.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah mengajukan kebutuhan tambahan SDM ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Namun ia memahami bahwa hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga mengalami kebutuhan SDM yang sama.
Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan
“Mudah-mudahan nanti di pengadaan CPNS atau CKMS baru, Disdukcapil bisa mendapatkan suplai SDM,” harapnya.
Dengan adanya tambahan SDM, Tri berharap pembagian tugas bisa lebih optimal. Tim jemput bola dapat fokus turun langsung ke warga, sementara petugas di kantor tetap melayani masyarakat tanpa terganggu aktivitas lapangan.
Di sisi lain, Tri juga menyinggung tantangan eksternal yang masih dihadapi Disdukcapil Cimahi. Salah satunya adalah masih adanya warga yang belum melakukan pencatatan administrasi kependudukan meskipun telah dipanggil atau dijemput langsung oleh petugas.
“Masih ada warga yang sudah kita panggil, bahkan kita jemput bola, tapi tetap belum datang melakukan pencatatan,” ujarnya.
Ia menduga berbagai faktor menjadi penyebabnya, mulai dari kesibukan bekerja hingga kurangnya kesadaran masyarakat. Selain itu, masih terdapat keluhan dari warga terkait minimnya informasi tentang administrasi kependudukan.
Menjawab persoalan tersebut, sejak tahun 2024 Disdukcapil Cimahi mulai memaksimalkan penyebaran informasi secara masif melalui berbagai kanal. Media sosial seperti Instagram, Facebook, Telegram, WhatsApp, hingga website resmi dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat.
“Semua media kita gunakan. IG, Facebook, Telegram, WA, website, semuanya,” jelas Tri.
Baca Juga:Wali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan Tertib Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas
Namun ia menyadari bahwa tidak semua kalangan dapat mengakses media sosial. Untuk masyarakat yang masih mengalami keterbatasan literasi digital, Disdukcapil Cimahi menggandeng RT, RW, dan kelurahan untuk membantu menyebarkan informasi layanan administrasi kependudukan.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan Sistem Informasi Disdukcapil (SID) berupa tautan barcode yang telah disebarkan ke RT dan RW. Melalui barcode tersebut, masyarakat yang memiliki ponsel dapat langsung mengakses seluruh informasi terkait layanan Disdukcapil.
