Pengelola Pasar Caringin Klaim Sampah Menumpuk Akibat Pembatasan Ritase Sarimukti

Pengemudi membawa barang menggunakan becak motor di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Caringin, K
Pengemudi membawa barang menggunakan becak motor di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jumat (16/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung, masih menumpuk hingga sekitar 100 ton. Sampah tersebut didominasi oleh jenis organik.

Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin Bandung (BP3C) Aep A Syarief Hidayat mengatakan, penumpukan sampah terjadi akibat pembatasan ritase pengangkutan ke TPA Sarimukti. Kondisi tersebut menyebabkan tidak seluruh sampah terangkut.

“Biasanya sembilan rit, sekarang hanya tiga rit. Otomatiso ada sisa yang menumpuk di TPS,” kata Aep kepada wartawan usai menerima kunjungan Menteri LH, di Pasar Caringin, Jumat (16/1).

Baca Juga:Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil

Dia mengakui telah menerima peringatan keras dari Menteri Lingkungan Hidup terkait potensi sanksi, termasuk sanksi pidana, jika pengelolaan sampah tidak segera dibenahi.

Namun Aep menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian pengelola, melainkan keterbatasan di hilir.

“Masalahnya bukan keterlaluan kami dalam mengelola, tapi di hilir. Sarimukti dibatasi, jadi kita harus berupaya dengan segala cara,” bebernya.

Menurut Aep, pihaknya rutin melakukan penanganan sampah dan telah menjalankan sejumlah upaya pengurangan volume. Salah satunya melalui penerapan teknologi zero waste yang baru beroperasi selama satu bulan.

“Kita olah di teknologi dengan 60 persen kapasitas saat ini ya. Sampai kita progresnya bertambah terus. Sisanya kita tiga ritase buang ke Sarimukti,” katanya.

BP3C berencana mengoptimalkan teknologi tersebut agar sampah baru dapat langsung diolah. Sementara sampah yang sudah menumpuk di TPS akan difokuskan untuk dibuang ke TPA Sarimukti.

“Dengan teknologi itu supaya 40 ton ini bisa diolah. Yang di TPS ya, dalam kurun waktu dua ini, Sarimukti akan kami fokuskan. Buang ke sari Mukti. Meskipun dengan kondisi ini Terbatas,” ucapnya.

Baca Juga:5 Rutinitas Sehat di Usia 50, Bantu Tetap Kuat hingga Usia 80 TahunLapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan Sementara

Selain itu, Aep mengaku telah mengajukan penambahan ritase pengangkutan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meski belum disetujui.

“Jadi saya mengharap, dengan waktu dua Minggu ini, saya mohon (penambahan) dua aja. Dari tiga, biar lima truk kita per hari. Dua malam beres,” pungkasnya.

0 Komentar