Material Proyek di SDN Mandiri 1 Leuwigajah Berserakan, Anggota DPRD Cimahi Ultimatum Dinas

Material Proyek di SDN Mandiri 1 Leuwigajah Berserakan, Anggota DPRD Cimahi Ultimatum Dinas
Tampak depan SDN Mandiri 1 Leuwigajah, Cimahi, dengan tumpukan material sisa renovasi yang masih menumpuk di area lapangan sekolah dan berpotensi mengganggu aktivitas siswa. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Kota Cimahi, Dadang Mulyana, melayangkan ultimatum agar sisa material proyek renovasi atap di SDN Mandiri 1 Leuwigajah segera dipindahkan dari lingkungan sekolah. Tumpukan kayu, genteng, dan material bekas lainnya dinilai berisiko bagi keselamatan siswa karena berada di satu-satunya area aktivitas luar anak-anak.

Dadang yang juga merupakan orang tua siswa di sekolah tersebut menyebut keresahan itu dirasakan banyak wali murid. Dua anaknya tercatat bersekolah di SDN Mandiri 1 Leuwigajah, begitu pula anak-anak dari RT dan RW sekitar.

“Anak RT 1, RT 2, semua pada di situ. Kita khawatir. Kita kan tidak menyudutkan supaya itu bisa digimana-gimana,” ujar Dadang saat dikonfirmasi melalui Jabar Ekspres WhatsApp, Kamis, (15/1/2026).

Baca Juga:Rongsokan Renovasi di Sekolah Jadi Sorotan, SDN Mandiri 1 Tunggu Penarikan Aset DaerahMaterial Pascarenovasi SDN Mandiri 1 Leuwigajah Berserakan, Pihak Sekolah Pastikan Keselamatan Siswa

Ia memberi tenggat waktu hingga Sabtu agar material proyek segera diangkut. Jika belum juga dilakukan, Dadang menyatakan warga RW 05 siap melakukan kerja bakti untuk memindahkan sisa material tersebut.

“Saya kasih waktu sampai Sabtu. Kalau pun tidak, Minggu kita mau korve sama warga RW 05 khususnya dipindah. Artinya, yang pasti itu harus diangkat saja,” kata dia menegaskan.

Menurut Dadang, keberadaan material itu sudah tidak relevan karena proyek renovasi atap telah rampung. Ia memastikan seluruh barang akan tetap utuh dan tidak hilang karena hanya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Entah itu ke mana, yang pasti barang itu tidak akan hilang satu potong pun karena saya tahu itu barang rongsok,” ujarnya.

Ia menilai alasan bahwa material masih merupakan aset yang belum disortir tidak bisa dijadikan pembenaran jika membahayakan siswa. Dadang menekankan pemindahan harus dilakukan segera ke area yang tidak dilalui anak-anak.

“Enggak apa-apa, kita pindahin aja ke tempat yang aman dan tidak dilewati sama anak-anak sekolah di Mandiri 1,” ucapnya.

Dadang juga mengaku baru mengetahui kondisi tersebut karena jarang melintasi area sekolah. Ia mengaku prihatin melihat masih adanya paku berkarat dan sisa material tajam di halaman sekolah.

Baca Juga:Belajar di Bawah Tenda, Semangat Siswa SDN Kencana 1 Bogor Tak Surut di Tengah Renovasi Sekolah Renovasi SMPN 6 Cimahi Tersendat, Dinas Aset Dinilai Lambat Tindaklanjuti Pengangkutan Barang Milik Pemerintah

“Saya malu juga sih, dapil saya terus posisi gitu dengan alasan katanya dibilang asetnya itu belum diapa-apain, belum, nggak ngertilah,” kata Dadang.

0 Komentar