Material Pascarenovasi SDN Mandiri 1 Leuwigajah Berserakan, Pihak Sekolah Pastikan Keselamatan Siswa

Sisa Material Renovasi SDN Mandiri 1 Leuwigajah Tak Kunjung Diangkut, Pihak Sekolah Pastikan Keselamatan Siswa
Siswa SDN Mandiri 1 Leuwigajah saat Melewati Bongkahan Sisa Material Bangunan Renovasi Sekolah yang Belum Diangkut. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sisa material bangunan pascarenovasi atap lantai dua di SDN Mandiri 1 Leuwigajah Jalan Sadarmanah No.12, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, masih menumpuk di halaman sekolah.

Keberadaan material tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan siswa, mengingat area yang terdampak merupakan satu-satunya ruang aktivitas luar bagi anak-anak.

Pantauan Jabar Ekspres di lokasi menunjukkan bongkaran kayu, genteng, serta material bangunan lain masih memenuhi lapangan sekolah.

Baca Juga:Belajar di Bawah Tenda, Semangat Siswa SDN Kencana 1 Bogor Tak Surut di Tengah Renovasi Sekolah Belasan Tahun Tak Mendapatkan Renovasi, SDN Citangkil di Sukabumi Ambruk!

Padahal, lahan tersebut digunakan untuk upacara, olahraga, hingga tempat bermain siswa saat jam istirahat. Dengan luas halaman yang terbatas, sisa material itu membuat ruang gerak siswa semakin menyempit.

Kepala SDN Mandiri 1 Leuwigajah, Yanni Ferbrian menjelaskan renovasi atap lantai dua dilakukan selama tiga bulan akibat kerusakan berat pada bagian atap sekolah.

“Untuk renovasi atap sekolah yang bocor-bocor lantai atas, yang bocor-bocor parah itu tiga bulan. Oktober, November, Desember. Alhamdulillah di bulan November udah selesai, atapnya,” ujar Yanni saat ditemui Jabar Ekspres di sekolah, Kamis (15/1/26).

Usai renovasi rampung, pihak sekolah mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar sisa material segera dipindahkan. Namun, proses pengangkutan disebut terkendala prosedur administrasi.

“Mungkin karena memang ada aturan yang memang harus ditempuh, ada proses yang memang harus ditempuh. Ya akhirnya kami dengan Dinas, tapi pihak sekolah terus koordinasi sih dengan Dinas,” kata Yanni.

Menurut dia, pihak pemborong berencana memindahkan material ke lahan milik dinas yang tidak digunakan.

“Memindahkan ini barang-barang ini supaya akses sekolah masih bisa dipakai gitu ya, ke lahan Dinas juga, ke rumah dinas yang tidak terpakai,” ujarnya.

Baca Juga:Tak Ingin Hilangkan Nilai Sejarah, Wakil Wali Kota Cimahi Renovasi Eks RPH Tetap Jaga Keaslian Cagar BudayaRenovasi SMPN 6 Cimahi Tersendat, Dinas Aset Dinilai Lambat Tindaklanjuti Pengangkutan Barang Milik Pemerintah

Meski memahami prosedur yang harus dilalui, Yanni mengakui keberadaan material tersebut berdampak langsung pada aktivitas siswa.

“Kalau mengganggu sih mengganggu, cuman ya kita juga maklum gitu, maklum karena memang prosedurnya yang memang harus ditempuh gitu ya. Tapi tetep sih komunikasi dengan orang tua siswa mudah-mudahan secepatnya bisa dibereskan,” bebernya.

Terkait keluhan, Yanni membenarkan adanya keluhan dari orang tua murid yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak.

“Keluhan, ya pasti ada mungkin ya, karena ruang gerak anak yang eh terbatas dengan adanya berangkal. Takutnya membahayakan juga gitu,” kata dia.

0 Komentar