JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempatkan keamanan pangan sebagai fondasi utama keberhasilannya.
Di Kota Cimahi, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) mulai memperkuat aspek tersebut dengan rutin melaksanakan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang digunakan dalam program MBG tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi anak, tetapi juga aman dari risiko kontaminasi dan memenuhi standar mutu.
Baca Juga:Dorong Kemandirian Energi, Menteri ESDM Setop Impor untuk SPBU Swasta di 2026 Program Diskon Nasional Perkuat UMKM, Transaksi Lampaui Target Tembus Rp122,28 Triliun
Isu ini dinilai penting, mengingat MBG menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak, yang sangat sensitif terhadap pangan tidak aman.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, setiap bahan pangan yang disajikan dalam MBG harus melalui proses pengawasan ketat.
“Dispangtan Kota Cimahi memastikan setiap bahan pangan atau komoditi yang disajikan untuk anak-anak dalam program MBG benar-benar aman dan kualitasnya memenuhi standar serta lulus uji mutu,” ujar Adhitia, Selasa (13/1/2026).
Ia menilai, pangan segar asal tumbuhan memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan gizi yang seimbang dan bermutu. Sayur, buah, serta umbi-umbian merupakan sumber gizi utama yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
“Pangan segar asal tumbuhan memiliki potensi luar biasa untuk mendukung pemenuhan gizi yang seimbang dan berkualitas,” katanya.
Namun, Adhitia juga mengingatkan bahwa tanpa penanganan yang tepat, pangan segar justru berpotensi menjadi sumber masalah kesehatan. Kasus keracunan makanan kerap terjadi akibat minimnya pengetahuan tentang cara penanganan dan pengolahan pangan yang benar.
“Salah satunya adalah keracunan makanan yang sering terjadi akibat kurangnya pemahaman memadai mengenai penanganan dan pengolahan pangan,” ungkapnya.
Baca Juga:Stok Beras Melimpah, Indonesia Mantap Bidik Ekspor Premium 2026Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Perkuat Sinergi dengan Kemenkes-BPOM
Melalui sosialisasi ini, Pemkot Cimahi berharap kapasitas personel SPPG semakin kuat, terutama dalam hal memilih, mengolah, dan menyimpan bahan pangan secara aman.
Pemahaman yang menyeluruh dinilai menjadi kunci agar program MBG berjalan tanpa risiko kesehatan.
“Saya mengajak semua pihak yang terlibat dalam MBG untuk berkomitmen menjaga keamanan pangan. Pastikan bahan pangan yang digunakan aman, sehat, dan bergizi tinggi. Mari terus berkolaborasi dan berinovasi untuk mewujudkan Cimahi yang lebih sehat dan sejahtera,” ujar Adhitia.
