JABAR EKSPRES – Kepolisian Resor Tasikmalaya berhasil mengamankan seorang pria berinisial WD (41), yang diduga sebagai pelaku penculikan bayi berusia dua bulan.
Keberhasilan penangkapan ini dicapai dalam waktu kurang dari 24 jam pasca laporan kehilangan diterima. Bayi korban pun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di rumah kontrakan kakak kandung pelaku di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, yang berjarak ratusan kilometer dari lokasi kejadian.
Kasus yang menggemparkan warga Singaparna ini berawal dari laporan seorang ibu rumah tangga, WR (41), warga Kecamatan Leuwisari.
Baca Juga:Diduga Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta, 4 Pria Ditangkap!Anaknya Jadi Korban Penculikan, Orang Tua di Iowa Amerika Serikat Tuntut Game Roblox!
Ia melaporkan bahwa bayi laki-lakinya dilarikan secara paksa oleh seorang pria yang justru dikenalnya melalui media sosial.
Menurut penuturan korban kepada penyidik, pelaku WD telah beberapa kali melakukan pertemuan langsung dengannya sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sedikitpun. Rasa percaya itulah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk berbuat keji.
“Saya kenal lewat media sosial, dia juga sudah beberapa kali bertemu,” ujar WR, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengisahkan, berdasarkan janji yang telah dibuat, mereka bertemu di area teras Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Situasi yang awalnya dianggap biasa, berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap. Pelaku tiba-tiba meminta agar bayi tersebut diletakkan. Begitu sang bayi berpindah tempat, WD langsung menggendong dan berusaha membawanya pergi dengan cepat.
WR yang panik tentu saja berusaha menghalangi dan merebut anaknya kembali. Namun, niatnya itu langsung dipatahkan dengan ancaman yang mencekam dari mulut pria yang pernah dianggapnya teman itu.
“Saya coba tahan, tapi dia mengancam akan melempar bayi kalau saya teriak atau minta tolong,” katanya.
Diliputi ketakutan yang amat sangat bahwa ancaman itu bisa jadi kenyataan, WR terpaksa melepaskan bayinya. Dengan lugas, pelaku kemudian membawa bayi malang itu menuju sebuah bus umum yang melintas di jalur Salawu-Garut.
Baca Juga:Teror di Live Chat, Ancaman Bom dan Penculikan Hantui Dedi Mulyadi4 Pelaku Penculikan Wanita di Antapani Berhasil Ditangkap, Ini Perannya!
Korban sempat berpikir untuk mengejar naik ke bus yang sama, namun naluri keibuan untuk melindungi anaknya dari bahaya yang lebih besar membuatnya mengurungkan niat.
“Saya takut dia benar-benar melempar anak saya, jadi saya tidak berani mengejar,” ucapnya.
