JABAR EKSPRES – Akhir pekan di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, terasa berbeda. Alunan musik, lantunan paduan suara, hingga pidato berbahasa asing menggema dari berbagai sudut panggung.
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Pulau Jawa berkumpul, membawa mimpi, bakat, dan keberanian mereka dalam sebuah ajang bernama The Voice Fest.
Festival kreativitas mahasiswa yang digagas Penerbit Airlangga ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, The Voice Fest menjadi ruang ekspresi dan pembentukan karakter generasi muda, sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan melalui suara dan karya.
Baca Juga:Di Tengah Tantangan Global, Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia di 2025Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Anggaran 6 Miliar Dollar untuk Industri Padat Karya
Asisten Managing Director Penerbit Airlangga, Hiko Erlina, menuturkan bahwa The Voice Fest dirancang sebagai ajang yang mendorong mahasiswa untuk berani menyuarakan nilai-nilai positif.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Melalui The Voice Fest, kami ingin mereka siap memasuki dunia kerja dengan kemampuan berbicara yang baik, keberanian tampil, serta semangat berkompetisi yang sehat,” ujar Hiko Erlina saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (07/02/2026).
Sejak dibuka pada Desember 2025 melalui proses seleksi daring, antusiasme peserta terus mengalir. Tercatat 31 kampus dari berbagai daerah di Pulau Jawa ikut ambil bagian, dengan total 2.500 mahasiswa mendaftar. Dari jumlah tersebut, 550 peserta berhasil melaju ke babak semifinal.
Kompetisi utama dalam The Voice Fest meliputi paduan suara (choir), speech competition berbahasa Inggris, dan speech competition berbahasa Belanda. Pada babak final yang digelar keesokan harinya, akan tampil 10 tim choir, 5 finalis pidato bahasa Inggris, dan 5 finalis pidato bahasa Belanda.
Tak hanya kompetisi, suasana festival semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni seperti musik, musikalisasi puisi, pameran kreatif, aksi skate, performance art, hingga live cooking performance.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebar di sejumlah titik ikonik, mulai dari The Magistrate, Culture Stage, hingga The Braga Stage, menjadikan Jalan Braga sebagai panggung kreatif terbuka bagi generasi muda.
Bagi Hiko Erlina, The Voice Fest yang digelar sebagai agenda tahunan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, berwawasan luas, dan berintegritas.
