Tekan Inflasi dari Kampung, Cimahi Maksimalkan Lahan Sempit Tanam Cabai

Pedagang merapikan cabai di salah satu pasar tradisional. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pedagang merapikan cabai di salah satu pasar tradisional. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah masih menjadi salah satu faktor pemicu fluktuasi harga dan inflasi di Kota Cimahi.

Dengan keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan, pemerintah daerah kini mendorong produksi cabai lokal sebagai langkah strategis untuk menekan gejolak harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Upaya tersebut dijalankan melalui Gerakan Tanam Cabai di Lahan Pertanian, yang difokuskan pada optimalisasi lahan sempit dan tidak produktif. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di RW 21, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, yang selama ini dinilai memiliki potensi pertanian meski berada di kawasan perkotaan.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Cimahi terhadap pasokan cabai dari luar daerah, komoditas yang kerap menyumbang lonjakan inflasi ketika terjadi gangguan distribusi atau penurunan produksi.

Dari sisi pelaksana, pemerintah melibatkan Kelompok Tani Milenial yang beranggotakan sekitar 36 orang. Kelompok ini secara kolektif mengelola budidaya cabai keriting dan cabai rawit dengan pendekatan pertanian modern dan efisien.

Salah satu petani, Uden Mulyadi, mengatakan penguatan kapasitas petani menjadi kunci keberhasilan program. “Kami ingin memastikan bahwa petani memiliki ilmu yang cukup dalam berbudidaya, sehingga hasil yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Selasa (13/1).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut gerakan tanam cabai merupakan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah keterbatasan ruang kota.

“Kami menanam cabai di sekitar 18 hektare lahan di Cipageran, melibatkan beberapa RW seperti RW 21, RW 19, RW 12, dan RW 13. Harapannya, ini bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga pasokan pangan,” kata Ngatiyana.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menyalurkan bantuan teknis berupa benih cabai, mulsa, serta pelatihan budidaya.

Dukungan tersebut diberikan agar petani memiliki akses sarana produksi yang memadai dan mampu menjaga kualitas hasil panen.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

Hasil produksi cabai dari program ini direncanakan untuk memasok pasar-pasar tradisional di Kota Cimahi. Selain itu, sebagian produksi juga diproyeksikan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.

0 Komentar