JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor resmi menonaktifkan sementara dua bus stop Biskita Trans Pakuan untuk trayek K2 rute Ciawi-Terminal Bubulak.
Penonaktifan itu berada di jalur Wangun dan depan Mall Boxies mulai Senin (29/6/2026), sebagai tindak lanjut dari tuntutan para sopir angkot trayek 21 rute Ciawi-Barangsiang yang mengeluhkan penurunan pendapatan sejak delapan bus stop baru mulai diaktifkan pada April 2026 lalu.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan penonaktifan teresebut akhirnya disepakti setelah adanya dua kali pertemuan.
Baca Juga:Liburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 RibuBhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”
Diketahui, pertemuan pertama berlangsung pada Kamis (18/6) lalu antara Dishub dengan para sopir angkot trayek 21, lalu dilanjutkan pada Senin (29/6) di Kantor Dishub Kota Bogor.
“Jadi kedatangan para pemilik dan para sopir terkait trayek 21 ini adalah yang kedua kali. Tuntutan mereka masih tetap sama, yakni meminta delapan bus stop baru di jalur Ciawi, Tajur, dan Sukasari dinonaktifkan,” kata Dody di Kantor Dishub Kota Bogor, Senin (29/6/2026).
Ia menyebut, para sopir mengaku pendapatan mereka turun hingga sekitar 50 persen sejak delapan bus stop mulai diaktifkan pada April 2026. Menurut mereka, banyak penumpang yang sebelumnya menggunakan angkot kini beralih ke layanan Biskita K2 melalui bus stop baru tersebut.
Meski demikian, Dishub belum dapat memenuhi seluruh tuntutan tersebut. Dari delapan titik yang diminta untuk dinonaktifkan, sementara ini hanya dua bus stop yang disepakati untuk dinonaktifkan.
“Jadi bukan dicabut, tetapi dinonaktifkan. Yang pertama di Wangun dan di Boxies. Dinonaktifkannya hanya yang berada di sisi sebelah kanan atau arah menuju Bogor,” katanya.
Dirinya menegaskan, keputusan hanya menonaktifkan dua titik bus stop itu dilakukan karena tingkat keterisian penumpang Biskita Koridor 2 (K2) saat ini telah mencapai lebih dari 100 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan permintaan layanan Biskita K2 masih sangat tinggi.
Selain itu, Dody juga meminta sopir Biskita K2 agar tidak memaksakan menaikkan penumpang apabila kapasitas bus sudah penuh.
Baca Juga:Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Gelar Clay CalmingGOOD RUN 5K, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Ubah Teori Jadi Aksi Nyata Bagi Masyarakat
“Load factor Biskita K2 sudah di atas 100 persen. Artinya penumpangnya sudah penuh. Kami juga meminta kalau penumpangnya sudah penuh, jangan lagi menaikkan penumpang sehingga sebagian masyarakat masih bisa menggunakan angkot,” ucapnya.
