Menurut Uun, tindakan memilah sampah dari rumah memiliki manfaat berlapis. Selain meringankan beban TPA, juga membuka peluang nilai ekonomi yang sering kali terabaikan.
Sampah rumah tangga yang telah terpilah dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat. “Contohnya sampah-sampah rumah tangga itu masih bisa diolah baik untuk pupuk maupun kerajinan tangan,” ujarnya.
Lebih detail, Uun menjelaskan bahwa memilah sampah merupakan langkah strategis untuk mengurangi pencemaran lingkungan terhadap udara, tanah, dan air.
Baca Juga:Sampah di Sejumlah TPS Kota Banjar Menumpuk, DLH: Anggaran untuk BBM Pengangkut Belum AdaStrategi Terpadu Kota Banjar Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berdaya, Sampah Jadi Berkah
Proses daur ulang dan pengolahan pun menjadi lebih mudah, turut menghemat sumber daya alam, mencegah timbulnya penyakit, dan pada akhirnya dapat menghasilkan nilai ekonomis.
Ia pun menguraikan panduan sederhana bagi masyarakat. Pertama, sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan ampas kopi sebaiknya diolah menjadi kompos.
Kedua, sampah anorganik seperti plastik, kaleng, kertas, dan botol kaca seharusnya dicuci bersih, dikeringkan, dipilah, lalu didaur ulang atau dibawa ke bank sampah.
Ketiga, untuk sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti baterai bekas, limbah elektronik, dan aki, memerlukan penanganan khusus sesuai petunjuk dari produsen atau pengumpul khusus.
“Masyarakat perlu memahami jenis-jenis sampah dan cara penanganannya. Dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan B3 sejak dari sumbernya, pengelolaan sampah di tingkat akhir akan menjadi lebih efektif dan berdampak positif bagi keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (CEP)
