JABAR EKSPRES – Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden sementara pada Senin. Pelantikan ini dilakukan menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi pada Sabtu (3/1).
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Nasional Venezuela di Caracas, Rodriguez menyatakan sumpahnya dengan menyebut nama mendiang Presiden Hugo Chavez, tokoh yang memimpin Venezuela pada periode 1999–2013.
“Saya bersumpah atas nama Panglima Hugo Chavez,” ujarnya.
Rodriguez juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Ia menyebut keduanya sebagai pahlawan yang kini ditahan oleh Amerika Serikat.
Baca Juga:Serangan Siber dari China ke Taiwan Meningkat Tajam Sepanjang 2025Serangan AS Picu Krisis Kemanusiaan di Venezuela, Warga Kehilangan Rumah dan Keluarga
“Saya merasa sedih atas penculikan dua pahlawan yang kini menjadi sandera di Amerika Serikat,” ucapnya.
Maduro dan Flores diamankan oleh aparat AS pada Sabtu dini hari dan langsung diterbangkan ke New York. Keduanya kini menghadapi tuntutan hukum terkait dugaan kasus narkotika dan kepemilikan senjata api.
Menindaklanjuti penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela mengeluarkan perintah agar Delcy Rodriguez segera mengambil alih jabatan presiden sementara.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan komitmennya untuk memperkuat kendali AS atas Venezuela dalam jangka waktu tertentu. Ia juga tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan militer AS bila dianggap perlu.
