JABAR EKSPRES – Upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menekan banjir di kawasan Dayeuhkolot mulai menunjukkan hasil.
Salah satunya melalui perbaikan dan peninggian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lamajang di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, yang menelan anggaran sebesar Rp600 juta dari APBD 2025.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Cigede sepanjang 12 meter dan lebar 2 meter ini kini berdiri lebih tinggi dari sebelumnya, dengan konstruksi beton dan baja.
Baca Juga:Bupati Bandung Suguhkan Film Biografi di Hari Sumpah Pemuda, Teteskan Air Mata Saat Saksikan Kisah HidupnyaPemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu: Semangat Sumpah Pemuda dari Martasandy Group
Desain tersebut diyakini mampu mencegah penumpukan sampah di bawah jembatan saat debit air meningkat.
Menurut Bupati Bandung Dadang Supriatna, pembangunan infrastruktur semacam ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Citarum dan anak sungainya.
Ia menilai, setiap proyek yang berkaitan dengan akses dan aliran air harus mempertimbangkan aspek mitigasi bencana.
“Peninggian jembatan ini bukan hanya soal konektivitas antar kampung, tapi juga upaya agar sampah tidak lagi tersangkut ketika hujan deras. Selama ini itu yang membuat air meluap ke permukiman,” jelasnya, pada Rabu (29/10/2025).
Selain pembangunan JPO Lamajang, Pemkab Bandung juga melakukan perbaikan tanggul Sungai Cigede sepanjang 70 meter.
Berdasarkan evaluasi lapangan, langkah tersebut terbukti mengurangi genangan yang kerap melanda kawasan Lamajang saat musim hujan.
“Sekarang sudah ada perubahan signifikan, Lamajang tidak banjir lagi,” ujar Kang DS.
Baca Juga:Trans Studio Bandung Hadirkan Highschool Horror, Wahana Halloween Seru untuk Semua Usia
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menambahkan bahwa proyek ini sempat melalui tahap efisiensi anggaran.
Namun, kebijakan Bupati untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur tetap dijalankan karena dianggap mendesak bagi kepentingan warga.
Zeis juga menyebutkan bahwa perbaikan tanggul di hilir Sungai Cigede sejatinya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).
Namun, Pemkab Bandung memutuskan tetap menanganinya dengan anggaran daerah agar persoalan banjir segera teratasi.
“Pak Bupati tidak ingin terlalu terpaku pada batas kewenangan. Prinsipnya, kalau masyarakat terdampak, ya harus segera ditangani,” tutur Zeis.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas tersebut agar jembatan dan tanggul tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
