Teror Satwa Liar Ganggu Ketentraman Dusun Sukamanah Imbanagara

Kebun jagung milik warga dirusak satwa liar di wilayah Imbanagara Kabupaten Ciamis belum lama ini. (Cecep Herd
Kebun jagung milik warga dirusak satwa liar di wilayah Imbanagara Kabupaten Ciamis belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketentraman warga Dusun Sukamanah, Desa Imbangara, Kabupaten Ciamis, terusik oleh dua peristiwa mengkhawatirkan yang terjadi hampir bersamaan.

Teror datang dari dua jenis satwa liar yang berbeda yakni serangan gerombolan kera terhadap lahan pertanian dan kemunculan ular kobra berbisa di dalam permukiman warga.

Kedua kejadian ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat.

Baca Juga:Pemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov JabarRelawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Bencana

Menurut keterangan Agus Kamaludin, mantan Ketua RT setempat, serangan kera terhadap tanaman jagung warga telah menjadi momok yang berulang. Ia menyebutkan, peristiwa perusakan oleh primata tersebut sudah terjadi sebanyak tujuh kali.

“Ini sudah yang ketujuh kalinya tanaman jagung warga diserang kera. Jumlahnya banyak, diduga merupakan gabungan dua kelompok. Dalam satu kelompok saja jumlahnya bisa mencapai sekitar 50 ekor,” ujar Agus pada Selasa (6/1/2025).

Lokasi persawahan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan diduga menjadi faktor pemudah aksi para kera tersebut untuk keluar-masuk lahan pertanian.

“Setiap kali menyerang, kera-kera itu masuk ke sawah yang ditanami jagung. Kebetulan lahan tersebut memang berada persis di perbatasan dengan hutan,” jelas Agus lebih lanjut.

Cara gerombolan kera merusak terbilang brutal. Mereka tidak hanya memetik jagung yang sudah siap panen, tetapi juga dengan seenaknya mematahkan batang-batang tanaman. “Jagung yang diserang banyak yang hanya dimakan setengah, sisanya dibiarkan begitu saja. Kondisi tanaman jadi berantakan,” tambahnya.

Agus menduga, migrasi dan serangan ini dipicu oleh menipisnya sumber pangan alami di habitat asli kera di dalam hutan, mendorong mereka mencari makan ke area yang lebih dekat dengan manusia.

Namun, teror tidak hanya berakhir di persawahan. Pada kurun waktu yang berdekatan, warga dikejutkan oleh kemunculan ular kobra berbisa di dalam rumah tinggal. Dua laporan terpisah mencatat insiden yang membuat bulu kuduk berdiri. Peristiwa pertama dialami oleh Ibu Momoh (52). Saat hendak mengambil beras di dapur rumahnya, seekor ular kobra berukuran sedang, kira-kira sebesar gagang sapu, tiba-tiba jatuh di hadapannya dari tempat penyimpanan beras.

Baca Juga:De Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis Berkelanjutan

“Saya kaget sekali. Waktu membuka tempat beras, tiba-tiba ular itu jatuh di depan saya. Ularnya langsung berdiri, seperti mau menyerang,” tutur Momoh yang masih diliputi rasa trauma.

0 Komentar