Bapanas Optimis 2026 Tak Impor Pangan: Carry Over Stock Kuat

Bapanas Optimis 2026 Tak Impor Pangan: Carry Over Stock Kuat
Ilustrasi pedagang merapikan beras di sebuah toko. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa meyakini RI tak memerlukan impor pangan di tahun 2026 ini.

Menurutnya, RI tidak memerlukan impor pangan lantaran memiliki sisa persediaan stok (carry over stock) pangan dari 2025 berada pada posisi kuat.

“Dari sisi kebutuhan konsumsi untuk masyarakat seluruh Indonesia telah dipastikan sebagian besar pangan pokok strategis memiliki carry over stock yang kuat dan tidak memerlukan importasi,” ujarnya, dikutip Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:Ini Alasan Zulhas Dukung Kenaikan Margin Fee bagi Bulog!Dirut Bulog Pastikan Pasokan Beras untuk Korban Bencana Sumatra Aman: Stok Kita Luar Biasa

Dengan posisi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang diolah Bapanas bersama kementerian/lembaga terkait, carry over stock pangan pokok strategis seperti beras, jagung dan gula konsumsi berada di posisi sangat kuat.

Untuk itu, kata dia, pihaknya optimis pemerintah dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa harus melakukan impor.

Keputusan tersebut juga, lanjut Ketut, telah disepakati secara bersama-sama dan mufakat, mengingat stok dan produksi nasional dipastikan kuat dan dapat memehuni konsumsi masyarakat.

“Secara bersama-sama dan mufakat, pemerintah telah memutuskan tidak perlu ada impor untuk beras dan gula konsumsi serta jagung pakan untuk tahun 2026,” katanya.

Adapun carry over stock 2025 ke 2026 untuk beras berada di angka 12,529 juta ton. Angka itu sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog yang sampai 31 Desember masih ada di angka 3,248 juta ton.

Dengan carry over stock beras secara nasional tersebut dikalkulasikan masih dapat memenuhi hampir lima bulan lamanya di 2026. Angka itu dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras bulanan di angka 2,591 juta ton.

Bahkan dengan proyeksi produksi beras setahun 2026 di angka 34,7 juta ton, lanjut Ketut, maka stok akhir tahun 2026 beras secara nasional nantinya dapat semakin kokoh di angka 16,194 juta ton. Kemudian untuk ekspor beras diperkirakan dapat berada sekitar 71 ton pada tahun 2026. Sementara impor nihil.

Baca Juga:Harmonisasi Fiskal 2026: Alokasi TKD 2026 Turun, Belanja Pusat NaikIndonesia Bakal Stop Impor Solar pada 2026?

Untuk jagung, carry over stock ke 2026 sebesar 4,521 juta ton. Ini diperkirakan masih dapat memenuhi hampir 3 bulan kebutuhan bulanan dengan asumsi 1,421 juta ton. Dengan estimasi produksi jagung setahun 2026 di angka 18 juta ton, nantinya stok jagung akhir tahun 2026 dapat berada di level 4,581 juta ton.

0 Komentar