Dirut Bulog Pastikan Pasokan Beras untuk Korban Bencana Sumatra Aman: Stok Kita Luar Biasa

Dirut Bulog Pastikan Pasokan Beras untuk Korban Bencana Sumatra Aman: Stok Kita Luar Biasa
Ilustrasi Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad RIzal Ramdhani memastikan pasokan beras untuk korban terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra, aman dan mencukupi.

Menurutnya, stok beras nasional itu tidak hanya untuk memasok kebutuhan korban, namun sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di Sumatra agar tetap terjamin.

Saat ini, kata dia, Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) nasional sebanyak 3,7 juta ton dan siap disalurkan untuk kebutuhan bantuan darurat.

Baca Juga:Pakar Nilai Penghapusan SLIK OJK Berpotensi Tingkatkan Kredit Macet, Benarkah?Janji Tambah Bantuan Fiskal Daerah, Purbaya: Perbaiki Dulu Cara Membelanjakan Uang Negara!

“Karena memang stok kita yang luar biasa. Sampai dengan hari ini kita masih stoknya (stok cadangan beras) mencapai 3,7 juta ton,” ujarnya, dikutip Senin (15/12/2025).

Dengan stok beras nasional yang melimpah, ia memastikan pasokan beras untuk keadaan darurat itu tidak akan mengganggu penyaluran pangan ke masyarakat luas.

Dia menyebutkan untuk wilayah Pulau Sumatra, Bulog mencatat ketersediaan stok beras sekitar 79 ribu ton di Aceh, 29 ribu ton di Sumatera Utara, dan 7 ribu ton di Sumatera Barat.

Selain itu, pihaknya juga berencana menambah stok di wilayah Sumatera Barat sebesar 20 hingga 30 ribu ton beras, sebagai antisipasi kebutuhan lanjutan penanganan pascabenana di wilayah terdampak.

“Yang Sumatera Barat akan kami tebalkan (stok beras), kami tambah sekitar 20 sampai 30 ribu ton ke depannya. Dan ini alhamdulillah sementara belum ada komplain terkait dengan masalah logistik,” paparnya.

Ia mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kekurangan pangan di masyarakat. Hanya saja akses distribusi akibat kerusakan jalan memang sempat terputus sehingga penyaluran pangan terganggu.

Kendati begitu, ia mengklaim pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan beras, baik menggunakan jalur laut maupun udara, agar kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi.

Baca Juga:Sinergi Kementerian PKP dan UMKM Diklaim Perkuat Rantai Pasok Perumahan, Benarkah?Kunker ke Bandung, AHY Tegaskan Percepat Pemulihan Infrastruktur di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Diketahui Rizal telah memerintahkan seluruh jajaran di wilayah terdampak bencana untuk menyediakan stok beras minimal 20 hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan.

Kebijakan itu diterapkan guna memastikan bantuan dapat segera dikirim ke daerah terisolasi seperti Bener Meriah, Takengon, Agam, dan Tapanuli Tengah tanpa menunggu pengiriman dari gudang jauh.

Sebelumnya Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah memastikan ketersediaan pangan bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) melalui suplai beras tiga kali lipat dari kebutuhan.

0 Komentar